Indosat kembali lego 4 ribu menara telekomunikasi, harga ditaksir naik

Rabu, 10 Februari 2021 | 15:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indosat Ooredoo dikabarkan bakal kembali melepas sekitar empat ribu menara telekomunikasi miliknya. Berdasar kajian Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute, jika Indosat kembali melakukan aksi monetisasi menaranya seperti pada 2019 lalu, pasar akan merespons positif meskipun di tengah pandemi. 

"Bahkan, bisa saja harga per menaranya naik dibanding tahun lalu," Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi dalam keterangan resmi, Selasa (9/2/2021).

Indosat Ooredoo pada 2019 lalu menjual 3.100 menaranya kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Protelindo. Tercatat sebanyak 2.100 menara dilepas kepada Mitratel, anak usaha PT Telkom  Indonesia Tbk (TLKM). Sedangkan seribu menara dilepas kepada Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan penjualan 3.100 menara waktu itu menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 6,39 triliun.

Kabarnya pada penjualan ini, pemain besar sektor menara seperti PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui Protelindo, Mitratel, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Centratama Telekomunikasi (CENT) akan menjadi bidder dalam lelang yang digelar anak usaha Ooredoo.

"Untuk transaksi tahun ini, harganya bisa saja naik signifikan karena aset yang dijual memiliki kualitas lebih baik," katanya. 

Selain itu permintaan demand data terus meningkat, operator berlomba menerapkan 5G menyebabkan demand menara telekomunikasi terus bertumbuh. Adapun rencana penghapusan daftar negatif investasi dalam omnibus law membawa angin segar dan meningkatkan minat investor asing terhadap sektor menara telekomunikasi di Indonesia.

Heru memprediksi jika lelang digelar sukses, maka Indosat Ooredoo akan mendapatkan dana segar untuk memperkuat belanja operasinya. "Ini akan menjadi modal tambahan bagi Indosat untuk menuju era 5G, karena makin agile dan kompetitif," ucapnya.

Sementara Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan, jika skema penjualan sama 2019 maka setelah dijual, disewa kembali akan menguntungkan bagi Indosat.  

"Kalau skemanya masih sama maka bisa jadi karena untuk keperluan pendanaan, dan opsi sewa lebih murah dibandingkan dengan jika dimiliki sendiri karena ada biaya maintenance," katanya.

Reza memprediksi harga yang akan dibanderol Indosat per menara bisa saja naik karena ada kebutuhan untuk pendanaan. "Jika pertimbangan kebutuhan pendanaan, akan terjadi kenaikan (harga)," ucapnya.

Reza pun memperkirakan bagi calon bidder harga tak masalah karena sudah mengamankan pendanaan. "Biasanya perusahaan menara himpun pendanaan dari obligasi atau pinjaman. Kalau dilihat berita sebulan terakhir, mereka aktif lakukan aksi korporasi untuk mencari pendanaan dari pasar uang," ucapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: