Pakai Weed Solut-ion, konsumsi herbisida diklaim terpangkas hingga 50 persen

Rabu, 10 Februari 2021 | 22:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pendawa Agri Indonesia, perusahaan berbasis life science pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berdomisili di Banyuwangi, Jawa Timur berupaya meningkatkan produksi Weed Solution (WS) reduktan herbisida seiring tingginya permintaan perusahaan berbasis perkebunan. Bahkan permintaan produk input pertanian ini kian meningkat hingga ke negeri Jiran Malaysia.

CEO dan Co-Founder Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa menuturkan, WS berfungsi sebagai carrier untuk mengikat bahan aktif herbisida. Namun, produk WS merupakan bahan ragam hayati yang ramah lingkungan.

Dengan sifat kerjanya ini dapat membantu mencapai lokasi target sehingga bahan aktif herbisida tidak banyak terbuang ke bagian lain yang bukan merupakan tujuan utamanya. Bahkan, melalui WS akan mampu menekan penggunaan dosis herbisida hingga 50%.

"Bukan menggantikan peran herbisida. Tapi mengurangi penggunaan dosisnya. Penggunaan produk WS ini dicampurkan dengan herbisida. Jika awalnya, herbisida 1 kilogram (kg) menjadi berkurang menjadi 500 gram," ujar Kukuh dalam webinar di Jakarta, Selasa (10/2/2021).

Kukuh menerangkan, sudah menjadi komitmen perusahaan terus berinovasi menciptakan industri pertanian yang berkesinambungan , ramah lingkungan aman untuk pengguna juga cost efficient. Menurutnya industri pertanian selama ini masih sangat bergantung pada penggunaan input pertanian bahan kimia berbahaya yang berpengaruh terhadap lingkungan dan konsumen.

Sektor pertanian memiliki dampak yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, dengan berkontribusi sebesar 15% dari total PDB Indonesia, dengan berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, menurut BPS total jumlah petani pada tahun 2020 ada sekitar 33,4 juta orang atau sekitar 12% dari total penduduk Indonesia, yang menunjukkan adanya ketergantungan negara pada sektor ini, ditambah dengan banyaknya peluang komoditas ekspor yang dimiliki oleh sektor pertanian Indonesia, seperti kelapa sawit, kakao, kopi, dan karet yang merupakan produk unggulan ekspor Indonesia.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran dunia akan keberlangsungan hidup manusia dan bumi, semakin mendorong permintaan dan kebutuhan pasar akan produk produk yang mendukung sustainability├é┬Ş hal ini yang kemudian mendorong negara-negara dan asosiasi regional untuk mulai menerapkan kebijakan yang mengharuskan bagi produk produk impor dari negara lain untuk memenuhi kriteria sustainability, termasuk batas penggunaan produk pestisida.

"Pandawa Agri Indonesia secara konsisten terus mendorong sustainability dan memastikan bahwa produk kami sudah mengikuti aturan dan standarisasi internasional. Dengan materi yang ramah lingkungan dan kemampuannya yang dapat menurunkan dosis penggunaan herbisida hingga 50%, Weed Solut-ion sejalan dengan ketentuan MSPO, ISPO, RSPO dan FSC untuk menurunkan dosis penggunaan herbisida dan aspek lingkungan," timpal Prabawati Hyunita Putri, Research and Development Product Pandawa Agri Indonesia.

Weed Solut-ion berasal dari bahan bahan lokal yang terdiri dari 70% bahan organik dan 30% bahan sintetik kimia relatif tidak beracun dan berbahaya. Selain itu PAI berkomitmen untuk dapat berinovasi memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia, sehingga inovasi yang berkelanjutan tidak terhalang oleh biaya, dengan harga eceran tertinggi (HET) Weed Solut-ion dapat berada di bawah HET pestisida di pasaran, maka dari itu tidak seperti kebanyakan produk ramah lingkungan lain yang cenderung memiliki tambahan biaya, penggunaan WS sebagai campuran dapat menghemat biaya perawatan pertanian atau perkebunan dari 10% hingga 40%.

Saat ini pengembangan produk Weed Solut-ion Pandawa Agri Indonesia di sektor retail berfokus di area Sumatera Selatan dan sekitarnya.Berdasarkan data tim Pandawa Agri Indonesia, produk ini sudah dipercaya dan digunakan lebih dari 1,000 petani yang tergabung dalam 43 kelompok tani. Selain itu PT. Pandawa Agri Indonesia sudah memasok produk inovasi reduktan ini ke lebih dari 20 perusahaan yang bergerak di industri perkebunan, baik itu kelapa sawit, karet, tebu, hingga hutan tanaman industri dengan luasan lebih dari 1 juta hektar.

Adapun sejak enam tahun lebih, produk ini dipasarkan , Kukuh menambahkan telah membantu mengurangi pengunaan pestisida sebesar 1 juta liter.

"Kami berharap dengan adanya produk reduktan herbisida Weed Solut-ion, dapat membantu para petani di Indonesia, tidak hanya dengan meringankan beban biaya, namun juga memungkinkan bagi para pengguna kami untuk memperluas jangkauan bisnis mereka, agar bisa mengikuti regulasi ekspor. Tentu kedepannya kami berharap agar produk kami dapat lebih efektif, dan dapat mereduksi pestisida dalam dosis yang lebih besar lagi," tutup Kukuh.kbc11

Bagikan artikel ini: