Menteri Basuki jamin sistem bayar tol tanpa setop tak bikin tarif naik

Senin, 15 Februari 2021 | 09:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjamin tidak ada kenaikan tarif tol ketika teknologi bayar tol tanpa berhenti (nirsentuh) atau Multi Lane Free Flow (MLFF) diterapkan. 

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan terkait gugatan dari Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) ke PTUN Jakarta dengan nomor perkara 37/G/2021/PTUN.JKT. Forkorindo meminta pengadilan untuk membatalkan Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR tanggal 31 Oktober 2019 tentang persetujuan Roatex Ltd Zrt (Hungaria) sebagai Badan Usaha Pemrakarsa Pengadaan Infrastruktur MLFF.

"Itu tidak akan membebani masyarakat, karena tidak ada kenaikan tarif apa-apa kalau mau memakai ini," ujar Menteri Basuki dalam kunjungan kerja ke proyek P3-TGUI di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/2/2021).

Menurut dia, tarif tol tidak akan dikenai biaya tambahan dengan adanya proyek MLFF, sebab itu bukan merupakan bentuk investasi. Di sisi lain, pengguna jalan tol justru akan menerima benefit berupa efisiensi.

"Ini kan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat supaya kita lewat tol tidak berhenti. Kalau orang keluar negeri enggak ada lagi orang bayar tol. Orang lewat cuman ting aja," tuturnya.

Dijelaskan Menteri Basuki, proyek bayar tol tanpa berhenti atau MLFF ini nantinya akan diimplementasikan secara bertahap. Terutama di ruas jalan tol di kota-kota besar seperti Jakarta.

"Setahun ini baru mau dikerjakan. Di perkotaan dulu (sebagai pilot project), terutama di Jakarta," tukas Menteri Basuki.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah mengembangkan sistem transaksi bayar tol non tunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) atau bayar tol tanpa berhenti pada tahun ini. Ditargetkan, 41 ruas tol bakal diuji coba setelah konstruksi sistem ini kelar.

41 Ruas tersebut diutamakan terletak di kawasan Jabodetabek, ruas Jakarta-Cikampek, Tol Trans Jawa, dan Bali. Terutama yang meliputi 80 persen dari trafik termasuk tol di Jabodetabek, Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang dan seterusnya, lalu Trans Jawa, Surabaya dan Semarang. kbc10

Bagikan artikel ini: