Kadin bersama Disperindag Jatim dan Dirjen Pengembangan Ekspor dirikan Ekspor Center

Senin, 15 Februari 2021 | 19:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Melemahnya kinerja ekspor nasional dan Jawa Timur akibat pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang cukup besar.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur serta Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan bersepakat mendirikan "Pilot Project Export Center Surabaya".

Penandatanganan perjanjian kerjasama penyelenggaraan "Pilot Project Export Center Surabaya" dilakukan secara Virtual oleh Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Kasan, Senin (15/2/20210). Penyelenggaran Pilot Project Ekspor Center Surabaya ini ditujukan untuk mendorong peningkatan ekspor non migas di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.

Adik mengungkapkan bahwa sejauh ini Kadin selalu mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah dan industri lain untuk terus meningkatkan kinerja ekspor. Berbagai upaya strategis telah dilakukan, salah satunya mendirikan "Rumah Kurasi", hasil kerjasama dengan Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur. Melalui Rumah Kurasi ini, UMKM di Jatim telah melakukan ekspor ke Amerika dan Australia.

"Melalui program Ekspor Center ini, kita bisa bersama-sama antara Disperindag, Kadin Jatim dan Kementerian Perdagangan melakukan percepat proses pemulihan ekonomi nasional dan Jatim," ujar Adik Dwi Putranto, di Surabaya, Senin (15/2/2021).

Menurutnya, salah satu tugas "Ekspor Center Surabaya" adalah mencari data permintaan barang dari luar negeri atau inquiry. Selanjutnya melakukan analisa apakah negara tersebut telah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia atau tidak. Data tersebut selanjutnya dikirim dan disampaikan kepada UMKM agar ditindaklanjuti oleh mereka. Ekspor Center juga bertugas untuk melakukan pendampingan UMKM guna memenuhi standar yang diinginkan negara tujuan ekspor serta memberikan konsultasi bagi mereka.

Kasan menambahkan, dengan berangsurnya penanganan pandemi dan juga vaksinasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dan juga pemerintah di pelbagai negara akan membuka peluang terciptanya pemulihan perdagangan internasional. Oleh karena itu, Pilot Project Export Center Surabaya ini selain sebagai bagian dari pelaksanaan target yang telah dicanangkan yang ada di RPJMN tahun 2020-2024 juga merupakan upaya pemulihan ekspor seluruh Indonesia, khususnya Jatim.

"Kami menyadari bahwa Pilot Project Ekspor Center ini sebagai perluasan dari Pilot Project FTA Center yang sudah ada sebelumnya. Dan pemilihan Jatim ini dengan mempertimbangkan bahwa Jatim sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua nasional setelah Jawa barat. Banyak harapan yang kita berikan kepada Ekspor Center, yaitu jangkauan layanan dan publikasi yang lebih luas dibanding FTA Center. Oleh karena itu, saya berharap banyak kerjasama antara pusat, daerah dan Kadin ini akan memberikan manfaat lebih dibanding yang telah kita kerjakan bersama sehingga ekspor nasional dan Jatim akan segera pulih, mencapai target baik ditingkat nasional maupun di tingkat provinsi," ujar Kasan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan mengatakan, konsep Export Center Surabaya ini diharapkan mempunyai ruang lingkup dan cakupan yang lebih luas misalnya penetrasi pasar, pengembangan ekspor, pemenuhan database ekspor, serta peningkatan nilai ekspor non migas, yang nantinya diharapkan dapat mendongkrak kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur melalui sektor ekspor.

Dalam hal ini, Pemerintah Pemprov Jatim akan mensinergikan program dan kegiatan Export Center Surabaya dengan program Nawa Bhakti Satya yang merupakan program Gubernur Jawa Timur untuk membangun Jawa Timur sejahtera.

"Keberhasilan untuk meraih devisa dari sektor ekspor tidak terlepas dari peranan yang dimainkan oleh para stakeholder di Jawa Timur terutama asosiasi ekspor yang senantiasa mendukung peran pemerintah dalam meningkatkan kinerja ekspor non migas melalui strategi penetrasi dan pengembangan pasar di kancah internasional," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: