Masa pandemi, DPRD Kota Surabaya serap aspirasi warga secara daring

Rabu, 17 Februari 2021 | 16:24 WIB ET

SURABAYA - Pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya untuk menunaikan tugasnya dalam menjaring aspirasi dan mendengarkan keluhan masyarakat melalui kegiatan reses. Reses dilaksanakan sejak hari Selasa (9/2/2021) dan telah berakhir beberapa waktu yang lalu.

Namun di masa reses kali ini, DPRD Kota Surabaya lebih memfokuskan kegiatan reses digelar secara daring. Keputusan ini guna meminimalisir tingkat penyebaran dan penularan Covid-19. Terlebih saat ini jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Surabaya masih cukup tinggi dan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro juga masih berlangsung.

“Secara keseluruhan reses dijalankan dengan virtual atau daring. Kalau ada yang hadir fisik, tidak boleh lebih dari 30 orang. Serta tempatnya harus memadai dan mematuhi protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, Selasa (16/2/2021).

Politisi dari PDI Perjuangan itu mengungkapkan, reses adalah salah satu kegiatan yang dilakukan guna menjalankan fungsi representasi DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat. Dalam kegiatan tersebut, sebagai wakil rakyat, DPRD akan berupaya mendengar keluhan dan menyerap aspirasi kepentingan warga masyarakat serta mengartikulasikan dalam kebijakan pembangunan di Kota Surabaya.

Meski dilaksanakan secara daring, tidak membuat antusiasme warga menjadi kendor. Bahkan kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat yang hadir secara virtual. Diantaranya, pengurus kampung yaitu RT, RW, LPMK. Lalu kader-kader perempuan penggerak kegiatan ibu dan anak. Karang taruna, kader partai politik, dan juga lapisan warga masyarakat lain.

“Selain menyerap aspirasi pembangunan, pimpinan dan anggota DPRD Surabaya juga menjelaskan kebijakan-kebijakan  Pemkot Surabaya. Termasuk kewaspadaan terhadap Covid-19, pemberlakuan PPKM Mikro, dan vaksinasi yang digencarkan pemerintah,” kata Adi.

Saat menjalankan reses di 6 kecamatan Surabaya Timur, yakni Tenggilis Mejoyo, Mulyorejo, Wonocolo, Sukolilo, Gununganyar Tambak dan Rungkut, Adi kembali menekankan dan mengingatkan warga agar selalu taat dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Karena hal itu adalah kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota pahlawan ini.

“Kuncinya pada 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan hand sanitizer atau dengan sabun dalam  air mengalir. Saat ini Surabaya sudah di zona kuning. Angka positif Covid-19 terus ditekan turun. Mudah-mudahan kita berhasil memasuki zona hijau. Itu semua membutuhkan kedisiplinan dari berbagai pihak, serta kerja keras seluruh aparatur pemerintah, TNI-Polri, yang didukung seluruh masyarakat,” katanya.

Saat reses tersebut, alumni Fisip Unair Surabaya ini juga melakukan sosialisasi program  vaksinasi Covid-19. Ia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sudah melakukan vaksinasi. Tujuannya, supaya tercipta kekebalan komunitas dari Covid-19. Prioritas utama, masih pada tenaga kesehatan. 

“Kami di DPRD juga sudah meminta Pemkot Surabaya memberikan vaksin kepada RT, RW, LPMK, dan tokoh-tokoh agama. Karena mereka berada di garda terdepan pelayanan masyarakat dan umat,” kata Adi. kbc9

Bagikan artikel ini: