Jangan sembarangan bakar masker bekas pakai, ini bahayanya

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Satgas Covid-19 tidak menyarankan pengelolaan limbah masker atau limbah medis rumah tangga dilakukan dengan cara pembakaran. Pasalnya, alih-alih virus corona mati terbakar, justru menimbulkan masalah baru bagi lingkungan.

"Membakar (limbah medis) itu virusnya mati tapi dampak lingkungannya kurang baik karena bisa menimbulkan polusi udara," kata Ketua Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Lia Partakusuma dalam Talkshow bertajuk Hari Peduli Sampah Nasional: Pekan Peduli Limbah Masker, Minggu (21/2/2021).

Lia menjelaskan, pembakaran tersebut bisa saja dilakukan oleh beberapa warga. Namun, bila dilakukan banyak keluarga, bahaya polusi udara membayangi. Bahkan, pembakaran yang tidak sempurna bisa menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan.

"Kalau 1 sampai 2 masker tidak apa-apa. Kalau setiap rumah bakar ini tidak baik bisa menghasilkan polusi udara. Selain itu, pembakaran tidak sempurna ini ganggu saluran pernapasan," bebernya.

"Buang masker sekali pakai ke tempat sampah yang tertutup, lebih bagus lagi kalau kantor-kantor atau tempat umum lainnya menyediakan tempat sampah khusus masker," imbuh Lia Partakusuma.

Lia menjelaskan, setiap kali seseorang berbicara, biasanya mengeluarkan droplet. Droplet tersebut menempel di bagian dalam masker.

"Setiap kita bicara kan droplet kita ini akan menempel di bagian dalam masker dan droplet ini kan bisa mengandung virus. Nah virusnya tidak serta merta mati," papar Lia.

Sehingga, masker sekali pakai berpotensi menularkan virus. Sebab di dalam masker tersebut mengandung droplet yang bisa terjadi sumber penularan virus corona.

"Karena kita tidak tahu orang itu mengandung virus atau tidak," tandas dia.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Alexander K. Ginting, mengatakan dalam proses pembakaran limbah masker medis oleh warga juga berpotensi menularkan virus. Sebab, penanganan limbah yang kurang tepat malah bisa membuat virus tersebar.

"Kalau masker dibakar ini kan mati (virus), tapi prosesnya ketika pembakaran itu tetap harus ada di wadahnya dan dikumpulkan. Kalau ada limbah medis dari yang melakukan isolasi mandiri juga harus dipisahkan," kata dia.

Dia tak menampik bila dengan proses pembakaran, virus bisa mati. Namun dalam prosesnya tetap berpotensi menjadi penyebaran virus atau masalah baru bila tidak dilakukan dengan tepat.

"Virusnya memang mati, tapi kita kan melihat dalam prose pembakaran kan membuat masalah baru," kata dia.

Satgas Covid-19 meminta tempat umum hingga gedung perkantoran menyediakan tempat sampah khusus untuk masker sekali pakai. Tempat sampah tersebut harus dibuat tertutup dan terpisah dengan jenis sampah lainnya. kbc10

Bagikan artikel ini: