LPS ingatkan masyarakat cermat terkait tawaran promo cashback dari bank

Jum'at, 26 Februari 2021 | 08:29 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan lebih cermat terhadap penawaran cashback atau pemberian uang tunai dari perbankan untuk bisa menjaring nasabah.

Hal itu dikatakan Sekretaris LPS, Muhamad Yusron dalam acara Virtual Media Workshop wilayah Jawa Timur bersama LPS, di Surabaya, Kamis (25/2/2021).

"Berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 2/PLPS/2010 Pasal 42 ayat (2) menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga. Jika perhitungan cashback dan bunga yang diperoleh nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS," kata Yusron.

Untuk itu pula, lanjut dia, LPS terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai peran dan fungsi serta program penjaminan LPS, salah satu dengan menggandeng media.

"Informasi mengenai penjaminan simpanan perlu disampaikan kepada masyarakat untuk menjaga kepercayaan dan ketenangan nasabah perbankan dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian nasional selama pandemi," tambahnya.

Acara media workshop di Surabaya sendiri diselenggarakan pada 15-27 Februari 2021. Turut hadir secara virtual para narasumber dari LPS dan akademisi untuk menjelaskan peran dan fungsi LPS khususnya dalam kondisi pandemi saat ini serta sekilas mengenai kondisi perekonomian dan perbankan nasional.

"LPS sebagai otoritas penjaminan dan resolusi bank melakukan berbagai kebijakan dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2020 sampai dengan saat ini, diantaranya ialah mendapatkan wewenang baru untuk menempatkan dana di bank serta kebijakan relaksasi berupa keringanan denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan oleh bank kepada LPS," bebernya.

Muhamad Yusron menambahkan bahwa dalam rangka menjalankan tugasnya, LPS pun terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat strategi resolusi bank, termasuk melalui koordinasi yang erat dengan lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Selain itu, beberapa penyempurnaan proses resolusi bank juga dijalankan dalam bentuk percepatan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah bank yang dilikuidasi, penyempurnaan integrasi pelaporan bank, dan beberapa kebijakan resolusi bank lainnya.

Salah satu hal pokok yang penting untuk diketahui masyarakat, menurut Yusron, adalah terkait syarat penjaminan simpanan 3 T kepada masyarakat, yakni Tercatat pada pembukuan bank. Juga Tingkat bunga simpanan yang diperoleh nasabah bank tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Serta Tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet).

"Nasabah tidak perlu ragu untuk menabung di bank, karena sudah ada LPS yang menjamin simpanan hingga maksimum Rp2 miliar per-nasabah per-bank. Agar simpanannya dijamin, kami himbau kepada para nasabah bank untuk memenuhi syarat-syarat penjaminan simpanan LPS. Syaratnya ialah 3 T," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan data klaim penjaminan per Januari 2021, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Januari 2021 ialah Rp1,99 triliun. Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp1,62 triliun (81,5%) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 248.585 nasabah bank. Dan terdapat Rp369,5 miliar (18,5%) milik 17.649 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

Sebagai informasi, persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar yakni sebesar 77% atau sebesar Rp284,4 miliar disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. kbc7

Bagikan artikel ini: