Laba bersih Semen Indonesia naik 16,7 persen jadi Rp2,79 triliun di 2020

Senin, 1 Maret 2021 | 18:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,73% menjadi Rp 2,79 triliun sepanjang 2020, dibandingkan 2019 sebesar Rp 2,39 triliun.

Meskipun laba bersih perseroan mengalami kenaikan, pendapatan perseroan tercatat turun 12,87% menjadi Rp 35,17 triliun, dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 40,37 triliun.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, penurunan pendapatan ini disebabkan oleh turunnya permintaan akan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang mengalami penundaan akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah.

"Menyikapi kondisi pasar dalam negeri, pada 2020, perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan China," kata Hendi dalam keterangan reaminya, Senin (1/3/2021).

Hendi melanjutkan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta semakin ketatnya persaingan, perseroan mampu melalui 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik. Khususnya dalam hal efisiensi biaya.

Hal ini tercermin dari beban pokok pendapatan 2020 mengalami penurunan 14,82% sebesar Rp 23,56 triliun, dari Rp 27,65 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy), lebih besar dari penurunan pendapatan. Dengan penurunan tersebut, perseroan mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%.

"Selain itu, perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat. Dengan demikian, perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif," ujar dia.

Lebih lanjut, emiten berkode saham SMGR ini menuturkan, pihak mereka akan terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang material bangunan.

Untuk diketahui, pada tahun 2020 SMGR meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti masonry cement, maupun pengembangan digital marketing, dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta official store, untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SMGR.

Munculnya kinerja keuangan 2020 perseroan ini, disambut baik oleh investor pasar modal. Dalam amatan Alinea.id, tercatat saham SMGR naik 4,41% ke level Rp 10.650 per saham pada Senin (1/3/2021) pukul 11.30. Saham SMGR tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 63,17 triliun, dengan price to earning ratio (PER) 22,62 kali.kbc11

Bagikan artikel ini: