Guyuran insentif pajak didesain agar orang tajir mau kembali belanja

Rabu, 3 Maret 2021 | 10:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah mengguyur berbagai stimulus berupa diskon pajak. Di antaranya adalah pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru hingga pajak penjualan (PPN) rumah dan apartemen.

Seluruh diskon pajak itu menggunakan skema Ditanggung Pemerintah (DTP). Menurut Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat kelas menengah atas membelanjakan uangnya.

"Mereka adalah multiplier yang kuat saat ini. Pemerintah memutuskan memberikan insentif karena ingin kelompok yang lebih kaya membelanjakan uangnya," kata Suahasil dalam webinar MNC Group Investor Forum 2021, Selasa (2/3/2031).

Dia melanjutkan, perputaran uang dari kelompok orang yang lebih kaya itu sangat penting untuk memulihkan perekonomian saat ini. Sebab, dana orang tajir itu saat ini hanya tersimpan di bank.

"Kita melihat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp6.355,7 triliun atau tumbuh 11,1% dari periode yang sama tahun lalu," bebernya.

Dia berharap akan banyak masyarakat yang memanfaatkan insentif tersebut. Sehingga dampaknya pada pemulihan sektor otomotif dan properti akan semakin terasa.

"Bayangkan jika sektor otomotif menjadi jump start pada perekonomian kita. Dengan insentif pajak, mesin (perekonomian) akan berjalan lagi," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: