Hore! BRI pangkas suku bunga kredit untuk seluruh segmen

Rabu, 3 Maret 2021 | 12:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengumumkan telah menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk seluruh segmen sejak 28 Februari 2021. Langkah ini juga sejalan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 3,50 persen.

"Kebijakan penurunan suku bunga kredit yang dilakukan BRI ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, seiring berlanjutnya tren penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam siaran pers, Selasa (2/3/2021).

Jika dirinci, penurunan suku bunga yang terjadi pada seluruh segmen, korporasi, ritel, mikro, KPR dan non-KPR berada pada rentang 150 basis poin (bps) hingga 325 bps.

Penurunan SBDK terbesar diberikan pada kredit konsumer non-KPR sebesar 3,25 persen. Dengan penurunan ini, SBDK non-KPR berubah dari semula 12 persen menjadi 8,75 persen.

Selain itu, BRI menurunkan SBDK KPR sebesar 2,65 persen, dari 9,90 persen menjadi 7,25 persen.

Penurunan SBDK juga dilakukan untuk segmen mikro sebesar 2,5 persen. Perubahan ini membuat SBDK mikro turun dari 16,50 persen menjadi 14 persen.

Pada kredit segmen korporasi dan ritel, BRI melakukan penurunan SBDK masing-masing sebesar 1,95 persen dan 1,5 persen. Dengan demikian saat ini, SBDK korporasi berubah dari 9,95 persen menjadi 8 persen. Kemudian, SBDK segmen ritel berkurang dari 9,75 persen menjadi 8,25 persen.

Sebelumnya sepanjang 2020 lalu, bank bersandi saham BBRI ini telah menurunkan suku bunganya sebesar 75 bps sampai 150 bps.

Khusus untuk restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300 bps hingga 500 bps.

Sunarso menyebut, penurunan suku bunga bisa dilakukan karena beban biaya dana (cost of fund) menurun. Level efisiensi perbankan pun meningkat karena adanya peranan digital yang lebih masif.

Namun, dia bilang, perubahan suku bunga kredit bukan menjadi satu-satunya variabel alias penentu besar atau kecilnya permintaan pembiayaan. kbc10

Bagikan artikel ini: