Galakkan mobil listrik, negara bisa hemat BBM Rp3,6 triliun

Rabu, 3 Maret 2021 | 17:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kempenperin) menargetkan sebanyak 400.000 unit kendaraan listrik di Indonesia hingga 2025. Guna merealisasikan gagasan besar tersebut, pemerintah terus berupaya menyediakan kendaraan yang ramah lingkungan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang meuturkan dengan penggunaan kendaraan listrik hingga 400.000 unit tersebut, akan dapat menghemat bahan bakar minyak (BBM) hingga 800 juta liter yang bila dikonversi mencapai US$251 juta atau Rp3,6 triliun (kurs Rp14.300/US $).

Bukan hanya itu penggunaan kendaraan listrik tersebut juga diklaim akan mengurangi emisi karbon hingga 1,4 juta ton. "Penggunaan kendaraan listrik yang ditargetkan mencapai 400.000 unit di 2025 dikalkulasi mampu menghemat BBM hingga 800 juta liter atau sekitar 5 juta barel, yang bila dikonversi mencapai sekitar US$251 juta," ujar Agus di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Agus mengatakan, dunia akan mengarah pada fuel economy yang berbasis pengurangan emisi karbon, sehingga secara bertahap pemerintah menyiapkan regulasi terkait kendaraan listrik. Regulasi yang dimaksud antara lain, Perpres 55/2019 tentang percepatan kendaraan listrik berbasis baterai (KBL-BB) untuk transportasi jalan.

Kemenperin juga telah menyusun peta jalan industri otomotif secara keseluruhan, termasuk di dalamnya terkait kendaraan bermotor listrik.Peta jalan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 27/2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

Di dalam peraturan tersebut, Pemerintah menargetkan 20% dari total unit kendaraan roda empat atau lebih merupakan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) pada 2025, termasuk KBL-BB. "Di 2030, jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 600.000 unit atau 25% dari total produksi sebanyak 3 juta unit," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: