Jokowi: Kabinet Indonesia Bersatu mirip Kabinet HIPMI

Jum'at, 5 Maret 2021 | 15:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peresmian pembukaan Rapat Kerja Naisonal XVII Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

Berbicara saat memberikan pengarahan rapat kerja, Jokowi sempat berkelakar dengan menyebut Kabinet Indonesia Maju seperti Kabinet HIPMI lantaran jajaran menteri di dalam pemerintahan berasal dari organisasi tersebut.

"Kabinet Indonesia Maju sekarang ini kayak Kabinet HIPMI. Saya enggak tau berapa yang dari HIPMI," kelakar Jokowi yang disambut tawa tamu undangan.

Sejumlah menteri yang disebut Jokowi sebagai kader HIPMI antara lain Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Kepala BKPM Bahlil Lahaladia. "Siapa lagi? Saya jangan dihitung. Banyak sekali. Kabinet HIPMI," katanya.

Presiden memahami tantangan yang dihadapi para pengusaha dalam satu tahun belakangan. Tantangan itu bukan hanya dialami oleh para pengusaha, melainkan juga seluruh masyarakat dunia.

"Ini betul-betul tidak mudah. Tidak gampang, sangat berat. Bukan hanya pengusaha tapi seluruh rakyat Indonesia. Dan bahkan seluruh warga dunia menghadapi krisis kesehatan sekaligus krisis perekonomian yang berarti. Tapi saya yakini kader HIPMI tidak ada kata menyerah," tegasnya.

Rakernas bertema "HIPMI Berinovasi Bangkitkan Ekonomi" yang berlangsung hingga 7 Maret 2021, juga dihadiri pendiri HIPMI Abdul Latief dan Mensesneg Praktino. Dalam rakernas ini juga diisi dengan forum bisnis yang akan turut mengundang Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP HIPMI Mardani Haji Maming mengungkapkan HIPMI mengapresiasi kerja keras pemerintah menangani Covid-19 di Tanah Air. HIPMI, sambung Maming juga berkeinginan untuk turut ambil bagian dalam program vaksinasi mandiri Covid-19. "Hipmi mengapresiasi vaksinasi yang berjalan saat ini. Hipmi berharap dapat diberi ruang melaksanakan vaksinasi mandiri untuk dapat membantu pemerintah dalam program vaksinasi yang sedang berlangsung," kata Maming.

Menurutnya, vaksin Covid-19 merupakan hal yang penting, tapi vaksin ekonomi juga sangat penting, sehingga harus dijalankan secara bersamaan. "Vaksin Covid untuk memberikan kekebalan, vaksin ekonomi untuk mendorong daya saing dan transformasi ekonomi, vaksin Covid terbuat dari virus yang dilemahkan, vaksin ekonomi berupa inovasi dan teknologi yang dikuatkan," paparnya.

Maming menuturkan, sejarah telah mengajarkan, hanya melalui inovasi dan teknologi, sebuah bangsa dapat meningkatkan produktifitas, daya saing dan transformasinya menuju negara maju. "Vaksin inovasi dan teknologi yang perlu kita suntikkan dalam perekonomian bangsa agar semakin produktif dan berdaya saing, mengejar ketertinggalan kita selama ini," tuturnya.

Melalui penerapan teknologi, produktifitas dikalangan pengusaha dapt ditingkatkan berkali kali lipat dengan biaya ekonomi yang semakin efisien. "Pengalaman kami selama ini, hanya dengan penerapan teknologi, kita dapat menjadi pemain ekonomi global. Tambak udang yang dikerjakan teman-teman pengusaha muda meningkat produksinya berkali lipat dengan kualitas bagus," tukasnya.

Bukan hanya itu, Maming juga mencontohkan kekayaan aspal buton dapat diolah menjadi aspal berkualitas bagus dengan penerapan teknlogi . Batu bara yang berlimpah dapat diolah menjadi elpiji dan sumber energi pembangkit listrik.

"Smelter nikel juga mampu meningkatkan performa bangsa dari eksportir nikel ore mendorong peningkatan intensitas produksi da perdagangan global. Semua karena teknologi," kata Maming seraya mengaku sebagian besar teknologi masih dikuasai asing.

Karena itu, penerapan inovasi dan teknologi dibutuhkan keseriuasan anak bagnsa dalam meneliti di laboratorium dan likungan sosial. Inovasi dan teknologi perlu didorong melalui kerja sama kemitraan antara kampus dan lembaga penelitian sebagai inovator juga didukung lembaga pembiayaan.

Maming menyesalkan selama ini belumtercipta hubungan simbiosis dari empat bagian. Kampus smestinya meningkatkan riset di bidang terkait dengan pengembangan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia.

Dengan begitu, dunia usaha terutama pengusaha muda yang lebih adaptif terhadap teknologi baru dapat mengembangkannya secara ekonomi. Sementara lembaga pembiayaan juga perlu meningkatkan perhatian kepada pengusaha muda yang berbasis inovasi dan teknologi.

"Semuanya membutuhkan dukungan pemerintah. Sekiranya keempat kelembagaan ini dapat terhubung dan bekerjasama dengan baik. Kita akan melihat bangkitnya perekonomian Indonesia yang lebih berdaya saing di masa dengan. HIPMI siap berkontribusi positif untuk pengembangan kerja sama ini," pungkasnya.

Adapun tujuan pelaksanaan rakernas adalah mengevaluasi pelaksanaan AD/ART, menetapkan program kerja selama satu masa bakti kepengurusan, menetapkan keputusan-keputusan yang menunjang pelaksanaan ketetapan-ketetapan Munas XVI HIPMI dan sebagai wadah konsolidasi organisasi.kbc11

Bagikan artikel ini: