STIAMAK-Pemkab Nganjuk jalin kerjasama kembangkan UMKM

Sabtu, 6 Maret 2021 | 12:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: STIAMAK Barunawati Surabaya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menjalin hubungan kerjasama pengembangan produk lokal menggunakan link akademik.

Kerjasama ditandatangani, Kamis (4/3/2021) masing-masing oleh Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya, Dr. Nugroho Dwi Priyohadi, M.Sc dengan Sekretaris Daerah Pemkab Nganjuk, Syamsul Huda, SH, MA mewakili Wakil Bupati, Dr. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA dan disaksikan Ketua Senat STIAMAK Barunawati Surabaya, Dr. Sumarzen Marzuki, MMT. Pada saat bersamaan dilakukan Seminar Bisnis Mengembangkan Produk UMKM Daerah Nganjuk Menuju Go Internasional, selama dua hari.

Sekda Syamsul Huda mewakili Wabub Marhaen dalam sambutan menyebutkan, kerjasama Pemkab Nganjuk dengan STIAMAK memiliki arti sangat penting dalam membangun link marketing untuk pengembangan UMKM Kabupaten Nganjuk.

"Terima kasih. Kerjasama ini sangat penting untuk pengembangan potensi produk daerah Nganjuk," kata Syamsul Huda dalam keterangan resmi yang diterim kabarbisnis.com, Surabaya, Jumat (5/3/2021).

Kabupaten Nganjuk memiliki ribuan UMKM mulai produk makanan olahan, batik Nganjuk sampai pertanian bawang merah terbesar pertama dari Jawa Timur dan terbesar kedua nasional setelah Brebes Jawa Tengah. Nganjuk memiliki sekitar 12 ribu hektar lahan khusus bawang merah dengan kekuatan hasil 20 ton per hektar.

Dilanjutkan beberapa materi seminar lainnya, "Semangat Jiwa Kewirausaan: Bisnis Pemula dengan Modal Kecil" disampaikan Dr. Sumarzen Marzuki, MMT sekaligus pakar pengembangan pelabuhan petikemas Pelindo III. Materi lain, "Inovasi Bisnis UMKM" oleh Mudayat, MM. Materi, "Start Up" oleh Eka Sakti Nur Muazam-mahasiswa STIAMAK. "Keuangan dan Pembukuan" oleh Soedarmanto, MM dan "Jurnalistik Digital Marketing" oleh Dr. Nugroho Dwi Priyohadi, M.Sc dan Rusi Aswidaningrum, S.Hum, M.Hum.

Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr. Nugroho Dwi Priyohadi, M.Sc mengungkapkan, tujuan kerjasama tersebut merupakan wujud tanggung jawab perguruan tinggi milik Pelindo III dalam pengabdian kepada masyarakat.

"Dari kami bisa membantu panduan bisnis akademik. Baik administrasi dan pembukuan keuangan maupun pengembangan pemasaran," kata Nugroho.

Sementara Kahumas STIAMAK Moh. Fail menambahkan, sinergi tersebut sangat tepat. "STIAMAK berbasis pelabuhan di bawah Pelindo III sebagai operator terminal atau pelabuhan terbesar di tujuh propinsi Indonesia Timur dengan Kabupaten Nganjuk sebagai sumber logistik untuk muatan kapal, pas sekali," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: