43 Tahun, Jasa Marga terus berinovasi demi kemajuan negeri

Minggu, 7 Maret 2021 | 11:20 WIB ET
Layanan Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), insert: Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur.
Layanan Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), insert: Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur.

43 TAHUN adalah usia yang matang dan dewasa. Meski begitu, terus bergerak maju, peningkatan kapabilitas dan berinovasi tetap harus dilakukan, demi meningkatkan pelayanan. Itu pula yang terjadi pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Di usianya yang mencapai 43 tahun yang jauh pada 1 Maret 2021, berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dan layanan infrastruktur jalan tol.

Inovasi, seakan mutlak dilakukan perusahaan apalagi yang bergerak di bidang pelayanan jasa dan infrastruktur. Pandemi Covid-19 yang terjadi di Tanah Air setahun terakhir memang memberikan dampak signifikan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini.

Namun demikian, menurut Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur, menatap penuh optimis ke depan. Sesuai dengan tema hari jadi ke-43 Jasa Marga, yakni "Transformasi dan Inovasi untuk Indonesia Maju", perseroan terus menjaga kinerja positif. Meski diakuinya banyak tantangan yang dihadapi perseroan di tahun 2020, yakni adanya penurunan volume lalu lintas yang cukup signifikan karena diberlakukannya kebijakan pembatasan mobilisasi dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 oleh pemerintah.

Hal itu dia katakan pada acara HUT ke-43 Jasa Marga bertajuk “Virtual Roadster Festival”, Senin (1/3/2021). “Namun demikian, kami telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kinerja perseroan, di antaranya dengan prioritisasi program kerja, efisiensi dan pengendalian beban usaha dan belanja modal, menyiapkan skema untuk menjaga likuiditas, serta berbagai upaya lainnya, sehingga Insya Allah, capaian kinerja perseroan di tahun 2020 masih positif,” kata Subakti.

Nah, guna mewujudkan visi Jasa Marga yakni “Menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya, dan Berkesinambungan”, perseroan terus konsisten melakukan transformasi dan inovasi di semua lini bisnis.

“Kami terus berinovasi dan mengawal transformasi. Untuk mendukung transformasi, kami turut memaksimalkan pemanfaatan teknologi pada semua level dan lini bisnis. Diharapkan hal ini menjadi katalis lahirnya inovasi-inovasi baru lainnya, mengakselerasi pengembangan teknologi, dan meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya.

Mau tahu inovasi apa saja yang dihadirkan Jasa Marga guna peningkatan layanan dan daya saing?

Corporate Secretary Jasa Marga M. Agus Setiawan menambahkan, Jasa Marga mengedepankan berbagai upaya terobosan yang solutif untuk semua lini bisnis. "Dalam perayaan Hari Jadi ke-43 tahun ini, Jasa Marga meresmikan sejumlah inovasi yang dibangun dan dikembangkan oleh Roadster Jasa Marga, sebutan untuk para karyawan Jasa Marga Group, salah satunya di bidang Human Capital, untuk terus dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja Roadster Jasa Marga," jelasnya.

Internet Of Things Laboratory

Transformasi di bidang Human Capital dilakukan dengan meluncurkan Internet Of Things Laboratory sebagai pusat riset dan pengembangan inovasi untuk mendukung bisnis perusahaan di masa depan, selain juga guna menghadapi era industri 4.0.

Fasilitas sebagai upaya Jasa Marga dalam melaksanakan transformasi teknologi untuk menunjang proses bisnis perusahaan. Diharapkan, Laboratorium IoT ini akan menjadi moment of truth, untuk pengembangan inovasi dan teknologi terbaru yang dapat menunjang kinerja Jasa Marga dalam memberikan pelayananan terbaiknya bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai media pengembangan teknologi, nantinya Jasa Marga IoT akan mengembangkan beragam pelayanan digital seperti transaksi tol, keamanan, pengelolaan antisipasi kendaraan Over Dimention Over Load (ODOL), Augmented Reality, Traffic Monitoring System, Social Media Comment Center, dan lain sebagainya.

Jasa Marga IoT ini dilengkapi dengan Robotic Lab, Tooling Room, Server Room, Computer Lab, Testing Room, VR/AR Room, Music Room, Digital Library dan sarana pendukung lainnya.

Selain itu, Jasa Marga juga meluncurkan modul learning terbaru Gamification, yaitu metode pembelajaran yang dikemas dalam bentuk game digital berupa 'snake ladder' yang dikembangkan internal oleh Roadster Jasa Marga. Diharapkan ke depannya, Roadster Jasa Marga selalu memiliki talenta terbaik dengan 'learning agility' yang tinggi sebagai calon pemimpin masa depan, baik di Jasa Marga maupun di luar Jasa Marga Group.

Aplikasi Travoy 3.0

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. juga meluncurkan aplikasi Travoy (Travel With Comfort and Joy) 3.0. Aplikasi ini hadir sebagai asisten digital yang dapat membuat perjalanan di jalan tol menjadi lebih aman dan nyaman.

Travoy 3.0 merupakan pengembangan dari aplikasi Travoy yang sebelumnya telah diluncurkan sejak tahun 2019 lalu. Tidak hanya itu, Travoy 3.0 juga diintegrasikan dengan aplikasi yang juga dikelola oleh Jasa Marga lainnya, JMCARe.

“Penggabungan JMCare dengan Travoy yang kemudian menjadi Travoy 3.0 ini dibarengi dengan penambahan fitur-fitur baru untuk menjawab kebutuhan pengguna jalan," kata Atika Dara Prahita, Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga.

Hanya dari genggaman tangan, aplikasi Travoy 3.0 bisa memenuhi segala hal yang dibutuhkan pengguna jalan, mulai bisa memantau situasi terkini lalu lintas dari CCTV yang ada di Jalan Tol Jasa Marga Group hingga memantau berita terkini mengenai jalan tol serta lokasi rest area hingga rekomendasi wisata hingga kuliner pada destinasi pengguna jalan.

Saat ini Travoy 3.0 sudah dapat diunduh melalui Apps Store untuk pengguna iOS dan Google Play Store untuk pengguna Android. Nah, apa saja fitur yang ada di dalam Aplikasi Travoy 3.0?

  1. Tarif Tol. Fitur yang menyediakan informasi Tarif Tol sesuai dengan golongan kendaraan pengguna jalan.
  2. Travnews. Fitur yang berisi berita terkini tentang jalan tol, dan informasi terkait lainnya.
  3. Rest Area. Fitur yang menyediakan informasi seputar rest area mulai dari lokasi, fasilitas, tenant, hingga kapasitas parkir di rest area.
  4. SPBU. Fitur yang menyediakan informasi seputar SPBU terdekat.
  5. Yuk Mampir. Fitur yang menyediakan informasi kuliner dan destinasi wisata terdekat disekitar jalan tol beserta rute perjalanan yang akan ditempuh.
  6. Call Center. Fitur yang menyediakan informasi Call Center Jasa Marga 14080 sehingga pengguna jalan bisa dapat langsung menghubungi Call Center, jika membutuhkan bantuan dan informasi
  7. Derek Online. Fitur yang menyediakan jasa kendaraan derek di jalan tol secara praktis dan real time.
  8. Panic Shake. Fitur untuk memanggil bantuan ketika pengguna jalan tol dalam keadaan bahaya, hanya dengan menggoyangkan/mengocokan gadget yang dimiliki.
  9. Laporan Anda. Fitur untuk menampung berbagai masukan dari pengguna jalan.
  10. Maps & CCTV. Fitur untuk memantau keadaan jalan tol melalui aplikasi Maps dan CCTV secara real time.
  11. Travpost. Fitur untuk berbagi informasi kejadian maupun insiden dijalan tol yang dapat diunggah oleh pengguna jalan.

Jasa Marga Tollroad Command Center

PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga mengenalkan Command Center (Pusat Kendali) lalu lintas jalan tol berbasis Intelligent Transportation System (ITS) pertama dan terlengkap di Indonesia yang dikenal dengan nama Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC).

JMTC merupakan inovasi berbasis teknologi yang hadir untuk menjawab kebutuhan Jasa Marga dan juga pengguna jalan tol dalam pengelolaan pelayanan jalan tol yang terintegrasi sekaligus menjadi sumber dari pusat informasi lalu lintas, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas yang juga melibatkan stakeholder terkait.

Keunggulan JMTC adalah terletak pada sistem _Intelligent Transportation System_(ITS) yang mengintegrasikan seluruh peralatan informasi dan komunikasi di Jalan Tol Jasa Marga Group. Hal ini membuat Jasa Marga menjadi operator jalan tol dengan sistem pengolah data lalu lintas jalan tol terlengkap dan terpadu di Indonesia.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Atika Dara Prahita mengatakan, dengan penerapan ITS ini, JMTC dilengkapi Advanced Traffic Management System (ATMS) yang mampu menganalisa kondisi kepadatan di jalan tol melalui kecepatan rata-rata kendaraan pada segmen jalan tol serta menghitung data volume kendaraan sesuai dengan kapasitas jalan tol.

"Apabila kecepatan kendaraan mendekati kecepatan minimum dan volume kendaraan mendekati kapasitas maksimal suatu ruas jalan tol, maka sistem ini memberikan peringatan dini kepada petugas untuk dapat melakukan pengaturan lalu lintas," ujar Atika.

Pengelolaan informasi ini juga dilengkapi juga dengan sistem Advanced Traveller Information System (ATIS), yang dapat memberikan informasi kepada pengguna jalan tol baik sebelum maupun selama dalam perjalanan dengan tetap memperhatikan keamanan berkendara. Informasi ini didapatkan melalui One Call Center 24 Jam di nomor 14080, Variable Message Sign (VMS) hingga melalui aplikasi Travoy 3.0.

Dengan perpaduan informasi yang terintegrasi ini maka petugas dapat berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas contra flow, ramp metering, atau one way, secara proporsional mengikuti kondisi yang sebenarnya di lapangan.

"Selain itu, terdapat pula Incident Management System (IMS) yang merupakan alat deteksi dini gangguan lalu lintas dengan mengidentifikasi perubahan kecepatan kendaraan untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas," ulas Atika.

JMTC juga memiliki sistem yang mengadaptasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yang secara akurat dapat memberikan data pelanggaran lalu lintas di jalan tol seperti pelanggaran kecepatan dan muatan dengan bantuan peralatan speed camera lengkap dengan pendeteksi plat nomor kendaraan serta weigh in motion kepada pihak kepolisian untuk selanjutnya diproses hukum.

JMTC merupakan bentuk penyempurnaan dari Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC) yang merupakan pusat informasi dan komunikasi lalu lintas jalan tol dan telah beroperasi sejak tahun 2005. JMTC memiliki 1.705 CCTV, 65 Smart CCTV, 204 VMS, dan 22 Remote Traffic Monitoring System (RTMS) yang tersebar di jalan tol Jasa Marga Group di seluruh Indonesia. 

Kecanggihan yang dimiliki JMTC akan mempermudah koordinasi antara Jasa Marga dengan Korlantas POLRI, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam memutuskan rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan khususnya pada saat operasi libur panjang.

Sederet penghargaan

Atika menambahkan, di momen hari jadinya ke-43, Jasa Marga juga mengumumkan telah menerima sederet penghargaan yang diharapkan memberikan motivasi yang lebih besar kepada seluruh Roadster Jasa Marga.

Penghargaan yang dimaksud diantaranya penghargaan operasional jalan tol dan rest area terbaik yang diselenggarakan oleh anak usaha Jasa Marga yaitu PT Jasamarga Tollroad Operator, PT Jasamarga Tollroad Maintenance dan PT Jasamarga Related Business, Best Learner Award 2021, Jasa Marga Innovation Award 2021 serta AKHLAK Award 2021.

Baru-baru ini, Jasa Marga juga memperoleh Sertifikat Binang 3 atau capaian 'lebih baik' untuk Jalan Tol Jagorawi dan Cipularang dai International Road Assesment Programme (iRAP).

"Jasa Marga terus melakukan inovasi dan bertransformasi menjadi perusahaan modern yang memegang kepemilikan jalan tol terbesar di Indonesia. Berbagai inovasi dalam bidang teknologi dan operasional jalan tol terus dikembangkan oleh perseroan guna mewujudkan visi untuk menjadi perusahaan jalan tol nasional terbesar, terpercaya, dan berkesinambungan," jelas M. Agus Setiawan, Corporate Secretary Jasa Marga. kbc7

Bagikan artikel ini: