Erick dorong bank swasta mau pangkas suku bunga kredit

Minggu, 7 Maret 2021 | 11:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berharap kalangan perbankan swasta ikut menurunkan suku bunga kredit. Langkah ini sudah dilakukan perbankan pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seiring dengan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 3,5 persen.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya telah membahas hal itu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia bilang, bank swasta harus segera mengikuti untuk menurunkan suku bunga kredit, karena jika hanya bank BUMN, dinilainya tak adil.

"Saya bilang ke teman-teman OJK tidak hanya Himbara, bank swasta juga mesti ikut turun. Kalau tidak berat sebelah. Kalau Himbara untung, dividen balik ke negara. Kalau boleh tidak hanya Himbara, tapi swasta juga," ujar Erick dalam Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021, Jumat (5/3/2021).

Dari informasi yang ada, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI serta Bank Mandiri telah menurunkan suku bunga kreditnya.

BRI tercatat menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang mencakup segmen korporasi, ritel, mikro, dan KPR, serta non-KPR sebesar 150 basis poin (bps) hingga 325 bps.

Penurunan SBDK terbesar diberikan untuk kredit konsumer non-KPR sebesar 3,25 persen. Dengan begitu suku bunga kredit KPR non-KPR berubah dari 12 persen menjadi 8,75 persen.

Kemudian, suku bunga KPR turun 2,65 persen dari 9,90 persen menjadi 7,25 persen. Lalu, suku bunga kredit mikro sebesar 2,5 persen dari 16,50 persen menjadi 14 persen.

Sementara, pada kredit segmen korporasi dan ritel, masing-masing turun sebesar 1,95 persen dan 1,5 persen. Suku bunga kredit korporasi berubah dari 9,95 persen menjadi 8 persen, dan ritel berkurang dari 9,75 persen ke 8,25 persen.

Selanjutnya, suku bunga kredit BNI untuk konsumsi non KPR turun dari 11,7 persen menjadi 8,75 persen. Lalu, bunga kredit KPR turun dari 10 persen menjadi 7,25 persen, dan kredit ritel menjadi 8,25 persen dari sebelumnya 9,8 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: