Bupati Banyuwangi terbitkan surat ajak dinas dan instansi konsumsi UMKM dan buah lokal

Selasa, 9 Maret 2021 | 15:19 WIB ET

BANYUWANGI - Sebagai upaya pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah masa pandemi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengeluarkan surat edaran penggunaan produk UMKM Banyuwangi.

Surat edaran yang bersifat penting tersebut ditujukan kepada anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forpimda); Kepala Perangkat Daerah; pimpinan perguruan tinggi; kepala instansi vertikal; camat, lurah, Kepala Desa; pimpinan BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, Perbankan; pimpinan fasilitas kesehatan; tokoh masyarakat agama se-Kabupaten Banyuwangi.

Dalam surat edaran tersebut Ipuk mengistruksikan agar tiap aktivitas atau kegiatan menggunakan produk-produk UMKM di Banyuwangi. 

"Saya minta segala kegiatan rapat, koordinasi, sosialisasi, atau pelatihan agar menggunakan sajian dari produk pertanian, perikanan, atau hasil olahan UMKM Banyuwangi," kata Ipuk. 

Menggunakan hasil produksi UMKM Banyuwangi pada berbagai kesempatan acara dan kegiatan yang dilaksanakan seluruh instansi di Banyuwangi. 

Demikian juga hotel dan restoran untuk memprioritaskan penggunaan produk pertanian, perikanan, atau produk hasil olahan UMKM Banyuwangi.

"Saya juga menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan swasta beserta keluarga untuk membeli, mengonsumsi, dan menggunakan produk UMKM Banyuwangi," jelas Ipuk. 

Alumni Universitas Negeri Jakarta tersebut juga mengajak masyarakat Banyuwangi untuk turut serta menggunakan produk pertanian, perikanan, atau hasil olahan UMKM Banyuwangi baik di acara formal maupun non formal.

"Dengan di setiap kegiatan membeli produk UMKM Banyuwangi turut berkontribusi menguatkan peran pelaku UMKM dalam menopang ekonomi, mengurangi pengangguran, dan kemiskinan Banyuwangi," kata Ipuk. 

Penanganan pandemi dan dampak sosial ekonominya merupakan program 100 hari Ipuk beserta wakilnya, Sugirah. Himbauan penggunaan produk UMKM Banyuwangi ini merupakan salah satu bagian dari stimulan dari pemkab untuk penanganan dampak ekonomi pandemi. 

Selain itu, Ipuk menjelaskan secara bertahap juga terdapat beberapa stimulan lannya seperti program padat karya, inkubasi pengusaha muda baru, pendampingan petani dan nelayan, UMKM naik kelas, penguatan ekonomi berbasis pesantren, bantuan alat usaha gratis, dan sebagainya. kbc9

Bagikan artikel ini: