Dongkrak konsumsi, pemerintah diminta perluas insentif pajak

Rabu, 10 Maret 2021 | 10:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah diminta untuk memperluas insentif pajak dalam rangka mendorong konsumsi masyarakat. Langkah ini dinilai akan membantu pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi.

"Mungkin beberapa komunitas barang lain PPN-nya (Pajak Pertambahan Nilai) tidak dipungut jadi orang bisa beli lebih murah. Kalau itu kan beli rumah dan mobil, ya mungkin untuk beli barang-barang lain sementara dibebaskan PPN juga bisa," kata Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Ruston Tambunan di kantor IKPI, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Dia pun menyambut baik kebijakan pemerintah yang memberikan insentif pajak untuk pembelian kendaraan bermotor dan rumah. Hal ini, katanya, akan membantu perekonomian.

"Itu merupakan stimulus dalam rangka mendorong perekonomian nasional, tentu saja mendorong konsumsi agar ekonomi bisa bangkit dan itu bagus," tuturnya.

Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan sektor properti yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN), merupakan bagian dari strategi untuk mendorong konsumsi dan utilitas sektor industri.

Insentif relaksasi PPnBM kendaraan bermotor dalam hal ini berlaku untuk segmen di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4x2. Besaran insentif PPnBM diberikan mulai 1 Maret hingga Desember 2021 secara bertahap. Untuk periode Maret - Mei 2021 misalnya, diberikan penurunan 100 persen dari tarif.

Kemudian, diberikan insentif PPnBM sebesar 50 persen pada Juni - Agustus 2021, dan 25 persen untuk September - Desember 2021.

Sementara insentif PPN sektor properti antara lain diberikan untuk rumah dengan harga jual maksimal RP 5 miliar. Insentif 100 persen PPN diberikan untuk rumah dengan harga jual di bawah Rp 2 miliar.

Insentif 50 persen diberikan untuk rumah dengan harga jual di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Insentif sektor properti ini berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Agustus 2021. kbc10

Bagikan artikel ini: