Ada stimulus pajak properti, Galaxy optimis kinerja tahun ini tumbuh 75 persen

Jum'at, 12 Maret 2021 | 09:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha di sektor properti menyambut baik langkah pemerintah yang memberikan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) sektor properti selama enam bulan per Maret 2021. Mereka berharap program tersebut mampu menggairahkan pasar dan perekonomian nasional di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK.010/2021, PPN ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 100% untuk rumah dan apartemen dengan harga jual hingga Rp 2 miliar dan diskon 50% dengan harga jual di atas Rp 2 miliar-Rp 5 miliar.

CEO Galaxy Property, Kennard Nugraha mengatakan, meski pasar properti masih menghadapi tantangan karena adanya pandemi Covid-19, namun tahun ini pasar properti diperkirakan mengalami kenaikan. Selain karena mulai menggeliatnya proyek dan produk baru dari developer properti, stimulus berupa PPN yang ditanggung pemerintah juga menjadi pemicu membaiknya pasar, khususnya segmen rumah baru (primary).

"Dalam beberapa bulan terakhir ini pun kami melihat ada kenaikan signifikan terhadap penjualan properti primary. Bahkan pada Januari-Februari 2021 lalu penjualan kami naik 25 persen," katanya pada press conference Annual Award Event bertajuk Galaxy 3.0 di Surabaya, Selasa (9/3/2021).

Dengan kenyataan itu ditambah adanya stimulus pemerintah dengan membebaskan PPN termasuk kebijakan DP nol persen untuk KPR, pihaknya optimis kinerja tahun ini akan tumbuh sugnifikan.

"Tahun ini kami optimis ada pertumbuhan hingga 75 persen, seiring stimulus pemerintah, banyaknya proyek dan produk baru yang diluncurkan pengembang, serta dari internal kita tentu ada penambahan kantor dan property consultant," ujar Kennard.

Keyakinan itu juga didasarkan pada mulai banyaknya penawaran dari sejumlah developer yang menyiapkan rumah siap huni atau ready stock dalam rangka menyambut stimulus pemerintah tersebut dengan berbagai promo dan kemudahan yang ada.

Dipaparkannya, sepanjang tahun 2020 lalu penjualan properti mengalami penurunan 30% dibandingkan tahun 2019. Pandemi membuat para developer merilis produk-produk rumah dengan harga terjangkau dan menyasar segmen end user, dengan harga di bawah Rp 1 miliar. Langkah itu rupanya cukup strategis dengan banyaknya respon konsumen.

"Kalangan developer dan property agent juga menyesuaikan konsep pemasaran dengan digital. Ini selain untuk menyiasati kondisi pandemi dimana meminimalisasi pertemuan tatap muka, juga untuk memperluas segmen pasar ke kalangan milenial," beber Kennard.

Dijelaskannya, perubahan perilaku selama pandemi ini juga berlaku bagi Galaxians --sebutan untuk Property Consultant Galaxy-- dalam hal memasarkan properti, dimana mereka memanfaatkan teknologi video dengan memberikan viewing secara virtual kepada konsumen, selain juga program promo melalui media sosial.

"Mau tidak mau, Galaxians yang belum familiar dengan sosial media harus melakukan akselerasi dengan hal ini untuk meningkatkan skill penjualan mereka," ucapnya.

Selain secara kualitas melakukan penajaman skill kepada property consultant, dari sisi kuantitas Galaxy juga terus membuka kantor baru. Kennard menyebut, sepanjang tahun 2020, jumlah property consultant Galaxy tumbuh 30 persen.

Galaxy 3.0

Guna mengapresiasi keberhasilan para property consultant Galaxy yang tetap produktif memasarkan properti baik primary maupun secondary selama satu tahun terakhir ini, Galaxy memberikan award tahunan yang merupakan ajang prestisius untuk para property consultant.

"Meski dalam suasana pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Galaxy tetap menggelar Annual Award Event dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pada ajang ini ada 200 orang property consultant dari seluruh kantor Galaxy di Indonesia yang mendapatkan penghargaan," paparnya. kbc7

Bagikan artikel ini: