Menkes ungkap alasan pemerintah belanja vaksin dari banyak negara

Jum'at, 12 Maret 2021 | 10:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Indonesia sengaja membeli vaksin dari banyak negara. Hal ini dilakukan dengan alasan guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu negara produsen tidak menjual vaksin Covid-19 mereka keluar.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip, Kamis (11/3/2021).

Menurut dia, saat ini Indonesia bekerja sama dengan lima negara. Yaitu China sebagai produsen Sinovac, Kores dan India dengan vaksin AstraZeneca, Jerman vaksin Pfiser, dan Amerika dengan vaksin Novavax.

Budi mengatakan, Amerika memiliki vaksin bernama Johnson dan Johnson (J&J). Ia menuturkan vaksin ini hanya sekali suntik. "Tapi itu tidak bisa keluar, makanya Indonesia menjalin dengan banyak negara," kata Menkes.

Menurut Budi, hingga Juni 2021 mendatang, Indonesia baru memiliki 80 hingga 90 juta dosis vaksin Covid-19. Angka ini sekitar 24 persen dari total kebutuhan yakni 363 juta vaksinasi yang menyasar 181,5 juta orang.

Menkes menuturkan, keterbatasan ketersediaan vaksin ini membuat pemerintah harus berusaha keras mengatur jadwal pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sehingga, bisa dilakukan secara bertahap supaya tidak ada kegiatan vaksinasi yang terhenti. kbc10

Bagikan artikel ini: