Selamatkan bisnis operator bus, ini strategi Menhub Budi

Senin, 15 Maret 2021 | 11:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona (Covid-19) telah menggencet sebagian besar bisnis transpoetasi tak terkecuali transportasi darat seperti bus. Permintaan layanan terhadap angkuan ini menyusut hingga 70 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pandemi Covid-19 menuntut adanya kreatifitas untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Misalnya saja dengan membuat konten-konten menarik di sosial media yang menarik perhatian generasi muda.

"Dengan sosial media, kita bisa terobos ruang lebar yg sempit untuk dituju yaitu generasi muda yg merupakan pasar besar untuk dorong menggunakan bus,” ujar dia, Minggu (14/3/2021).

Dia mencontohkan, ketika masyarakat akan berpergian dari Jakarta menuju Temanggung. Hanya transportasi bis saja yang bisa menjangkau langsung.

Sementara jika menggunakan transportasi lainya seperti Kereta Api, masyarakat harus transit dahulu ke daerah lain seperti Solo atau Semarang. Apalagi jika fasilitas dan layanan yang disediakan seperti luxury, maka transportasi ini tidak akan kalah dengan udara maupun kereta.

"Di Temanggung dari Jakarta, kalau naik Kereta Api kan mesti ke Solo atau Semarang. Dengan bus ini kan point ke point," ungkap dia.

Dia juga menambahkan, tanpa berfikir kreatif, transportasi darat seperti bus akan semakin tergerus. Oleh karena itu, dirinya menyambut positif upaya-upaya kreatif yang dilakukan oleh stakeholder terkait untuk mempromosikan transportasi darat ini.

Termasuk misalnya adalah dengan satu gerakan kebangkitan transportasi darat dari pandemi dan kampanye keselamatan angkutan jalan. Dengan adanya gerakan ini diharapkan, pelaku usaha angkutan jalan dapat bangkit kembali setelah pada 2020 mengalami penurunan penumpang.

"Saya mendukung gerakan ini, karena media sosial saat ini sangat baik untuk mempromosikan tentang transportasi darat, khususnya kepada para generasi muda," pungkas dia.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan yang menjadi pelopor gerakan, mengatakan, kondisi pandemi berdampak langsung bagi industri angkutan jalan khususnya bus. Menurutnya, perlu ada upaya bersama untuk membangkitkan industri ini, dengan memberikan harapan positif kepada pelaku usaha dan masyarakat. kbc10

Bagikan artikel ini: