Kembali menanjak, ekspor Jatim Februari 2021 capai US$1,7 miliar

Senin, 15 Maret 2021 | 21:16 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Jawa Timur kembali menggeliat. Data Badan Pusat Statistik Jawa Timur menunjukkan, ekspor Jatim pada bulan Februari 2021 tercatat mengalami kenaikan sebesar 11,05 persen dibandingkan bulan Januari 2021, yaitu dari US$1,53 miliar menjadi US$1,70 miliar. Sementara dibandingkan Februari 2020, nilai ekspor justru mengalami penurunan yaitu sebesar 14,46 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, peningkatan nilai ekspor Jatim pada bulan Februari dibanding bulan lalu disebabkan oleh peningkatan kinerja ekspor sektor migas maupun kinerja ekspor sektor nonmigas.

"Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 9,13 persen, yaitu dari US$1,38 miliar menjadi US$1,51 miliar," ujar Dadang Hardiwan di Surabaya, Senin (15/3/2021).

Nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 88,57 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan Februari 2020, nilai ekspor sektor nonmigas justru mengalami penurunan sebesar 20,91 persen.

Sedangkan nilai ekspor sektor migas pada bulan Februari 2021 meningkat sebesar 28,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari US$151,31 juta menjadi US$194,57 juta. Peranan ekspor sektor migas menyumbang 11,43 persen total ekspor Jawa Timur pada bulan ini. Dibandingkan Februari 2020 nilai ekspor migas juga mengalami peningkatan sebesar 132,67 persen.

"Jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang, maka golongan komoditas barang Kayu dan Barang dari kayu menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar US$132,44 juta," ujarnya.

Nilai tersebut meningkat 19,61 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$110,72 juta. Golongan komoditas ini berkontribusi sebesar 8,78 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Komoditas ini paling banyak diekspor ke Tiongkok dengan nilai US$21,11 juta.

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah golongan barang Lemak dan Minyak hewan/nabati yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$118,24 juta, atau turun sebesar 25,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 7,84 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai US$38,80 juta.

Golongan barang peringkat ketiga adalah golongan barang Tembaga (HS 74) dengan nilai ekspor sebesar US$117,81 juta atau naik sebesar 2,30 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 7,81 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Malaysia senilai US$54,10 juta.

"Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada bulan Februari 2021 terjadi pada golongan barang Perhiasan atau Permata yang naik sebesar US$27,66 juta. Penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan barang Lemak dan Minyak hewan atau nabati yang turun sebesar US$40,28 juta," pungkasnya.

Sementara secara kumulatif, selama Januari - Februari 2021, ekspor yang keluar Jawa Timur sebesar US$3,24 miliar atau turun 14,59 persen dibandingkan Januari - Februari 2020. Negara tujuan terbesar adalah Jepang, disusul Amerika Serikat dan Tiongkok.kbc6

Bagikan artikel ini: