Siap-siap! Harga daging sapi bakal kian mahal

Senin, 15 Maret 2021 | 22:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memperingatkan adanya peningkatan harga daging sapi pada bulan puasa dan lebaran pada pertengahan April hingga Mei 2021 mendatang. Pasalnya, Indonesia yang biasa mengimpor sapi dari Australia sudah mendapatkan harga yang lebih tinggi dari waktu normal.

"Saya ingin utarakan bahwa harga ini akan naik, tapi mudah-mudahan persiapan yang dikerjakan oleh Kemendag, kenaikan itu bisa lebih dijangkau, karena situasi yang tidak menentu," kata Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (15/3/2021).

Upaya yang saat ini jalan adalah mensubstitusi harga sapi yang sudah mahal dengan daging sapi beku. Cara itu setidaknya bisa tetap memenuhi kebutuhan sapi untuk masyarakat Indonesia di tengah melonjaknya harga.

Lazimnya impor daging sapi seharga US$ 2,3-2,8 per Kg, dalam beberapa waktu terakhir harganya sudah mencapai US$5 per Kg, hal ini tidak lepas akibat kebakaran hutan hebat di Australia beberapa waktu lalu, meski dalam tiga pekan terakhir memang ada penurunan.

"Karena harga tinggi di Australia sendiri, sampai sini juga harga tinggi. Sekarang yang dikerjakan gimana substitusi permintaan sapi hidup dengan daging (beku). Yang sudah diputuskan dan dikerjakan impor daging kerbau dari India yang jumlahnya 80 ribu ton, ditugaskan Kementerian BUMN untuk Bulog, dan 20 ribu ton daging dari Brazil yang diperintahkan Kementerian BUMN kepada Berdikari," kata Lutfi.

Dengan perkiraan impor 100 ribu ton, maka kebutuhan di dalam negeri bisa lebih tercukupi. Data dari Kementerian Pertanian perkiraan kebutuhan daging sapi mulai Januari hingga Mei 2021 mendatang atau setelah momen Idul Fitri mencapai 280.140 ton, sementara perkiraan produksi dalam negeri 120.350 ton.

"Dirjen PKTN (Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) lagi move dari sentra-sentra sapi dari Kalbar dan Jatim untuk memastikan bahwa harga untuk Ramadhan dan lebaran Idul Fitri terjaga di level stabil," sebut Lutfi.

Persoalan harga daging sapi ini sempat memantik protes pedagang daging sapi di Jabodetabek yang mengeluh rugi karena tak bisa menaikkan harga daging sapi. Sehingga mereka terpaksa harus mogok berjualan beberapa hari.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, harga daging sapi paha belakang dalam beberapa hari terakhir memang naik, pada 10 Maret rata-rata nasional masih Rp 121 ribu per kg, sedangkan pada 12 Maret harganya Rp 122 ribu per kg.

Sebagai informasi saja,kenaikan harga daging sapi ini merupakan imbas dari kebakaran hutan yang terjadi pada 2019 silam di Australia. Kebakaran hutan membuat struktur ekspor dan stok daging sapi Australia terganggu.Hal ini kemudian berdampak langsung pada harga daging impor Australia yang merupakan sumber utama pasokan daging sapi ke Indonesia.kbc11

Bagikan artikel ini: