Pemudik Lebaran dari Jakarta diprediksi capai 15 juta orang

Kamis, 18 Maret 2021 | 10:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan tidak melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini. Hal ini diyakini bakal membuat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta membeludak jelang Idul Fitri.

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno memprediksi, jumlah pergerakan orang dari Jakarta ke Jawa Tengah dan berbagai daerah lainnya akan mencapai 10-15 juta baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Namun, angka tersebut masih di bawah rata-rata pergerakan orang di masa mudik sebelum pandemi.

"Paling tidak kalau orang mudik secara nasional itu 2019 sekitar 20 juta orang. Tahun ini prediksi saya sekitar 50-75 persen dari total 2019," ujarnya seperti dikutip, Rabu (17/3/2021).

Mengingat besarnya potensi pemudik pada tahun ini, dia mewanti-wanti pemerintah untuk melakukan mitigasi kemacetan dan kepadatan di tempat-tempat umum. Menurut Djoko salah satunya dengan menyiapkan rest area dengan pengurangan daya tampung karena jaga jarak baik di jalan arteri maupun di jalan tol.

"Bisa jadi membludak. Sehingga pengawasan oleh pemerintah dan Pemda di daerah-daerah harus ditingkatkan. Pemerintah harus gencar memberikan peringatan bahwa vaksin belum menjamin, karena itu pengetatan di wilayah tertentu harus dilakukan," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan kebijakan pemerintah dengan tidak melarang mudik tahun ini menunjukkan inkonsistensi dalam memerangi Covid-19.

Menurutnya pemerintah harus tegas sejak awal untuk melarang mudik lebaran mengingat masalah pandemi belum selesai.

"Kalau pemerintah tidak tegas membuat kebijakan mudik sejak awal, maka selain membuka kemungkinan terjadinya peningkatan covid-19, juga akan membuat masyarakat bingung kalau nanti tiba-tiba kebijakan berubah," tegasnya.

Dia juga meminta pemerintah belajar dari kondisi libur panjang di 2020 yang kerap menyebabkan lonjakan kasus baru.

"Masa pemerintah tidak belajar dari kasus tersebut? Keledai saja tidak mau tertumpuk pada batu yang sama, masak pemerintah mau tertumpuk pada batu yang itu-itu saja sih," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: