Transaksi 2021 ditarget capai 80 ribu lot, pialang ini gencar lakukan edukasi pasar

Sabtu, 20 Maret 2021 | 00:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 dinilai tidak berpengaruh besar terhadap kinerja industri perdagangan berjangka. Bahkan  PT Kontrak Perkasa Futures, salah satu pialang yang memiliki tujuh cabang di wilayah Surabaya ini menargetkan transaksi di tahun 2021 akan mampu mencapai 80 ribu lot dengan penambahan nasabah baru sebanyak 500 nasabah.

Pimpinan Cabang PT Kontak Perkasa Futures Surabaya, Anto Kabul mengatakan, kinerja industri perdagangan berjangka saat ini memang tetap mengalami kenaikan. Di tahun 2020, total transaksi PT Kontrak Perkasa Futures Cabang Surabaya mencapai 29.243 lot, naik dari 28 ribu lot di tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan banyaknya proyek yang terhenti akibat covid sehingga investor memilih melarikan investasi mereka ke pasar berjangka.

"Tahun ini, kami menargetkan transaksi akan mencapai 80 ribu lot dengan total nasabah baru sebanyak 500 nasabah, naik dibanding tahun 2020 yang mencapai 287 nasabah baru. Realisasi hingga Februari 2021, nasabah baru sudah mencapai 28 nasabah dengan total transaksi mencapai 4.043 lot naik dibanding Februari 2020 sebesar 3.336 lot," terang Anto saat Media Coffe Morning di Surabaya, Jumat (19/3/2021).

Untuk mencapai target tersebut, maka PT Kontrak Perkasa Futures fokus pada servis atau layanan nasabah, salah satunya dengan melakukan edukasi pasar. Edukasi, lanjutnya, dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung kepada nasabah. Memberikan pengertian tentang berbagai hal terkait terkait perdagangan berjangka.

"Kami fokus melakukan edukasi nasabah atau investor. Mengenai bagaimana transaksi dalam perdagangan berjangka,  risiko apa aja sih yang ada dalam trading, mengapa risiko itu terjadi dan bagaimana cara mengatasinya atau manajemen risiko-nya. Kita lebih menitikberatkan kepada  manajemen keuangan atau manajemen risiko sebelum nasabah itu melakukan transaksi," tambahnya.

Edukasi yang diberikan akan disesuaikan dengan tipe atau jenis investor atau nasabah. Ada tiga tipe nasabah, pertama nasabah konvensional, kedua tipe mondarat dan ketiga tipe spekulan. Untuk tipe konvensional misalnya, maka edukasi yang diberikan seputar trading daily atau yang disebut dengan ilustrasi transaksi dengan profit harian atau daily trading market.

Edukasi yang diberikan juga terkait beberapa faktor  yang menjadi penentu keberhasilan. Ada tiga segitiga keberhasilan dalam setiap transaksi, pertama yaitu faktor emosi. "Bagaimana kita mengendalikan diri disaat melakukan transaksi. Kalau kita tidak bisa menghandle faktor emosi, akan sering terjadi salah persepsi yang mengakibatkan nasabah melakukan komplain, kecewa dan lain sebagainya. Dengan melakukan edukasi bagaimana mengendalikan diri, faktor emosi, maka kita akan bisa lebih baik dalam menghandle keuangannya," ujarnya.

Faktor kedua adalah tentang bagaimana analisa pasar, baik teknikal maupun fundamental. Hal ini untuk memudahkan nasabah sebelum melakukan transaksi. Dan faktor ketiga yaitu fokus pada modal. "Kita sesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan nasabah. Lebih dahulu kami akan bertanya kepada investor, berapa modal yang disediakan. Kita hitungan lebih dahulu, berapa peluang untung dan berapa faktor risiko. Faktor risiko ini kita batasi dengan kapasitas atau jenis investor," ungkap Antok.

Selain melakukan edukasi, PT Kontrak Perkasa Futures pada tahun ini juga melakukan diversifikasi produk, dari tahun lalu yang hanya fokus pada Loco Gold sekarang menjadi empat produk, yaitu Loco Gold, Index Hangseng, Euro dan Pounsterling. kbc6 

Bagikan artikel ini: