Ekonomi RI kuartal I diprediksi masih minus 2 persen

Rabu, 24 Maret 2021 | 10:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ekonomi nasional pada kuartal I-2021 diprediksi akan berada pada kisaran minus 2% hingga minus 1%. Hal ini karena masih adanya dampak pandemi Covid-19 yang belum selesai.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, kontraksi ekonomi pada periode Januari-Maret 2021 didorong oleh masih lemahnya daya beli masyarakat masih relatif rendah. Hal ini terindikasi dari inflasi inti yang masih melambat di bulan Februari, dengan hanya tercatat sebesar 1,53% year on year (yoy). 

Penjualan mobil dan motor pun masih terkontraksi bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Penjualan mobil hingga Februari 2021 masih terkontraksi 36,21%, sementara penjualan motor Januari 2021 masih terkontraksi 14,74%. 

Dari sisi bisnis usaha, Josua memperkirakan investasi juga masih mengalami kontraksi, sejalan dengan pertumbuhan kredit yang masih mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar minus 2,15%yoy.

"Ini menjadi salah satu indikator bahwa bisnis usaha belum memaksimalkan kapasitas produksinya, baik untuk operasional, maupun ekspansi," kata Josua seperti dikutip, Selasa (22/3/2021). 

Di sisi lain pada kuartal II-2021, Josua meramal pertumbuhan ekonomi akan berada pada kisaran 5% hingga 6% yoy. Utamanya disebabkan oleh low base effect pada kuartal II-2020, akibat mulai merebaknya virus COVID-19.

Pertumbuhan pada April-Juni 2021 juga akan didukung oleh pemulihan dari sektor pertanian pada masa panen, serta pemulihan dari sektor manufaktur. Masa panen memang berada pada di bulan Maret-April, sehingga dampaknya masih akan terasa di kuartal II-2021.

Sementara pemulihan di sektor manufaktur akan terdorong dari sisi manufaktur makanan dan minuman, seiring dengan periode Ramadhan dan Idul Fitri di kuartal II-2021. 

Kemudian, pemulihan juga mungkin akan terlihat dari sektor transportasi sejalan dengan kebijakan pemerintah yang membolehkan adanya mudik lebaran di tahun ini.

"Sehingga diperkirakan sektor transportasi akan bertumbuh positif bila dibandingkan dengan kuartal II-2021, di mana pemerintah melakukan pembatasan kegiatan mudik lebaran," ujar Josua. kbc10

Bagikan artikel ini: