Orang melek asuransi kesehatan meningkat selama pandemi

Kamis, 25 Maret 2021 | 12:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kinerja industri asuransi kesehatan diklaim mengalami pertumbuhan selama pandemi Covid-19. Salah satu pemicunya karena peningkatan kebutuhan serta kesadaran masyarakat akan proteksi diri. 

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), peningkatan premi asuransi kesehatan mencapai 12,25% yoy menjadi Rp 5,68 triliun pada kuartal IV 2020. Kenaikan itu merata, baik dari asuransi kesehatan individu, asuransi kesehatan kumpulan maupun asuransi kecelakaan kumpulan. 

"Saya bisa katakan, bahwa asuransi kesehatan itu diminati oleh market karena kenaikan lebih dari 10%. Itu menunjukkan masyarakat mulai peduli terhadap proteksi semenjak adanya pandemi ini," kata Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan beberapa waktu lalu.

Selain kian diminati, pertumbuhan asuransi kesehatan turut menopang bisnis industri. Pelan namun pasti, pendapatan premi industri mencatatkan pertumbuhan tiap kuartal setelah sempat jatuh di awal 2020. 

Hingga kuartal IV 2020 tercatat premi naik 19,4% dari kuartal sebelumnya Rp 44,90 triliun menjadi Rp 53,60 triliun. Dengan realisasi itu, ia berharap bisnis asuransi tahun ini bisa lebih baik dari 2020 seiring kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan program vaksinasi dari pemerintah. 

Seiring tingginya permintaan pasar, banyak perusahaan berlomba - lomba keluarkan produk asuransi kesehatan. Misalnya saja, Sun Life meluncurkan Asuransi Sun Healthcare Solution yang menyediakan proteksi kesehatan lengkap bagi generasi muda. 

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Elin Waty menyebut, Sun Health hadir sebagai solusi proteksi karena memiliki tiga keunggulan. Pertama, transaksi bisa secara non-tunai dan tanpa membutuhkan proses cek medis. 

"Kedua, batas tahunan yang terus meningkat secara otomatis hingga Rp 20 miliar dengan premi yang terjangkau. Kemudian memiliki manfaat lengkap yaitu proteksi jiwa sampai Rp 200 juta serta perlindungan hingga seluruh dunia," kata Elin.

Dengan premi mulai dari Rp 300.000-an per bulan, nasabah dapat menyesuaikan kebutuhan proteksi sesuai preferensi, untuk mendapat layanan kesehatan terbaik dengan jangkauan hingga seluruh dunia.

Sebelumnya, Astra Life menggandeng Permata Bank meluncurkan asuransi kesehatan bertajuk AVA iFamily Protection di PermataMobile X. Produk ini memberikan manfaat meninggal dunia karena sakit dan kecelakaan, santunan rawat inap dan manfaat penggantian biaya rawat jalan darurat.

"AVA iFamily Protection memiliki keunggulan opsi premi kembali 100% di akhir masa ke pesertaan selama polis masih aktif, walaupun sudah pernah melakukan klaim Santunan Rawat Inap dan Santunan Rawat Inap ICU," terang Head of Bancassurance & Direct Business Astra Life Ancilla Lily. kbc10

Bagikan artikel ini: