Siap-siap! Tarif 49 ruas tol bakal dinaikkan tahun ini

Kamis, 25 Maret 2021 | 15:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bakal ada 49 ruas tol yang potensi mengalami kenaikan atau penyesuaian tarif pada 2021 ini.

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, kenaikan tarif tol tersebut akan mengikuti angka inflasi dari daerah bersangkutan.

Hal tersebut telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

"Ada 49 (tol yang tarifnya akan naik di 2021). Kalau kita bicara rule of thumb-nya kan penyesuaian tarif itu kan menyesuaikan inflasi. Formula, itu sudah diatur dalam undang-undang kita, bahwa formula tergantung pada inflasi daerah," terangnya dalam sesi webinar, Rabu (24/3/2021).

Dia memaparkan, jika angka inflasi suatu daerah semakin rendah, artinya ekonomi juga membaik, maka tarif tol di sana pun bakal mengalami penyesuaian sesuai hal tersebut.

Kenaikan tarif tol pada 49 ruas tersebut saat ini masih dalam pembahasan, namun belum mengerucut jadi peraturan. Pemerintah dikatakannya sangat terbuka untuk mengkaji ini, meski penyesuaian tarif tol sepenuhnya ditentukan oleh inflasi daerah bersangkutan.

"Dan ini datanya pun bukan kita sendiri yang menetapkan, tapi kita ambil dari BPS, baik BPS pusat maupun BPS wilayah di mana jalan tol tersebut berada," tegas Danang.

Selain inflasi, Danang melanjutkan, penyesuaian tarif tol juga dipengaruhi oleh adanya rasionalisasi golongan kendaraan, dari 5 golongan tarif jadi 3 golongan tarif.

Kenaikan tarif pada umumnya terjadi untuk kendaraan pribadi yang masuk di golongan I. Sementara untuk kendaraan besar pengangkut logistik justru terkena pengurangan biaya

"Ini merupakan hasil dari kebijakan bapak Presiden untuk mendorong logistik. Karena golongan 1-5 tadinya tuh kan ada perkaliannya, faktornya. Ini sekarang menjadi 3 golongan tarif. Jadi golongan 3 dan golongan 5 itu di beberapa kasus mengalami pengurangan tarif," tutur Danang. kbc10

Bagikan artikel ini: