Rangsang bank genjot kredit, LPS janjikan pembebasan iuran premi

Jum'at, 26 Maret 2021 | 10:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertimbangkan untuk memberikan pembebasan iuran premi penjaminan simpanan selama satu tahun penuh terhadap pebankan yang berhasil menggenjot pertumbuhan kredit.

"Saya tantang perbankan yang di sini, kalau Anda mulai menyalurkan kredit dan saya melihat angka pertumbuhan kredit bergerak positif kami akan melakukan perhitungan ulang lagi, apakah itu saatnya LPS membantu sistem perekonomian dengan kurangi atau hilangkan, bebaskan satu tahun iuran premi," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (25/3/2021).

Dia menuturkan sebagai insentif kepada peserta penjaminan akibat pandemi, LPS telah memberikan relaksasi berupa tarif denda nol persen alias bebas denda atas keterlambatan pembayaran premi penjaminan sampai dengan enam bulan pertama. Selanjutnya, LPS hanya mengenakan denda keterlambatan bayar premi sebesar 0,5 persen untuk enam bulan setelahnya.

"Sebetulnya ada permintaan kenapa tidak dibebaskan (bayar premi) sekalian? Setahun misalnya. Saya minta tim riset saya untuk menilai kalau kami bebaskan apa kendalanya, ada masalah hukum, tapi saya ingin lihat dampak ekonominya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga memastikan simpanan masyarakat di bawah Rp2 miliar di perbankan aman meskipun ekonomi lesu akibat pandemi. Ia memastikan LPS menjalankan mandatnya untuk menjamin simpanan nasabah di bank umum, bank perkreditan rakyat (BPR), dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS).

"Dengan adanya LPS, ada jaminan tambahan ke masyarakat mereka tidak usah takut selama uang di bawah Rp2 miliar, artinya bukan yang kaya-kaya uangnya dijamin 100 persen di sistem bank kita," ucapnya.

Per Februari 2021, jumlah rekening yang dijamin LPS sebanyak 350,26 juta rekening setara 99,91 persen dari total rekening. Itu berarti, hampir semua rekening nasabah sudah dijamin.

Dari sisi nominal, jumlah simpanan yang dijamin Rp3.453,13 triliun setara 51,34 persen dari total simpanan.

Saat ini, tingkat suku bunga penjaminan LPS untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 4,25 persen. Sedangkan, tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing di bank umum sebesar 0,75 persen.

Lalu, tingkat bunga penjaminan untuk rupiah pada BPR sebesar 6,75 persen. Hal ini berlaku mulai 25 Februari 2021 hingga 28 Mei 2021. kbc10

Bagikan artikel ini: