Impor dikendalikan, industri logam dasar diprediksi tumbuh 3,54 persen

Jum'at, 26 Maret 2021 | 19:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi pada tahun 2021, sektor industri logam dasar diperkirakan tumbuh 3,54%. Dengan asumsi itu menjadi salah satu indikator bahwa industri baja merupakan industri high resilience yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 dan siap untuk kembali meningkatkan kemampuan dan performanya di tahun ini.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menuturkan pada kuartal IV/2020 lalu, industri logam dasar tumbuh positif yaitu sebesar 2,74% secara kuartalan. Dijelaskannya bahwa pertumbuhan yang positif ini didukung dengan nilai realisasi investasi yang tinggi dan neraca perdagangan surplus di industri logam, khususnya untuk logam dasar serta upaya pengendalian impor besi baja nasional.

"Pada masa pandemi Covid-19, sektor industri logam dasar tetap bertumbuh dengan baik. Pada tahun 2020 industri logam mengalami pertumbuhan positif," ujar Agus di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Agus menambahkan, dalam rangka mendorong industri logam nasional yang berdaya saing tinggi, perlu diciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif guna mendongkrak utilisasi serta kemampuan inovatif pada sektor tersebut. Sebab itu pemerintah dalam hal ini menperin menjalankan beberapa kebijakan bagi industri agar dapat tetap menjalankan kegiatan usahanya sehingga bisa bertahan dalam kondisi sulit ini.

Kebijakan tersebut di antaranya regulasi impor baja berdasarkan supply-demand, fasilitas harga gas bumi bagi sektor industri sebesar US$6 per MMBtu, penerbitan Izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI), serta pengaturan tata niaga besi baja.

"Kebijakan-kebijakan tersebut dirumuskan dengan maksud memberikan jaminan dan kesempatan bagi industri nasional, khususnya industri baja, agar dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: