IBC berdiri, RI masuki ekosistem industri baterai listrik

Jum'at, 26 Maret 2021 | 20:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia akan memasuki babak baru ekosistem industri baterai listrik. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air.

Holding ini terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN.

Proporsi kepemilikan saham masing-masing BUMN ini sebesar 25%. "Saya rasa ini perjalanan yang panjang setahun yang lalu di mana kami melakukan transformasi," ungkap Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Erick menjelaskan, transformasi itu semakin mudah dilakukan di masa pandemi covid-19. Untuk itu, pembentukan IBC berjalan lancar. "Jadi kita tak hanya bangun pabrik dan turunannya tapi pastikan ekosistem mobil listrik berjalan. dan diharapkan dengan press konferens hari ini ada beberapa kepala daerah seperti beberapa negara seperti London tahu titik-titik hanya bisa electric vehicle," kata Erick.

Dengan adanya ev battery, Erick optimis akan membuat Indonesia menjadi negara yang lebih kuat dan bersahabat dengan ekonomi hijau. Selain itu, pembentukan IBC juga merupakan respons pemerintah terhadap kekayaan alam di Indonesia. Salah satunya nikel yang mencapai 24% dari total produksi di dunia.

"Sesuai arahan Pak Presiden, sering telat antisipasi kekuatan Indonesia sendiri. Tahun 1980-an industri kayu telat, tahun 1970-an industri perminyakan telat. Ini Alhamdulillah memanfaatkan momentum perubahan momentum ev battery," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: