Bidik segmen milenial, Tanrise Property kembangkan rumah tapak Dakota City di Gresik

Minggu, 28 Maret 2021 | 21:06 WIB ET
(Dari kiri); CEO Tanrise Property Belinda Tanoko, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Founder Tanrise Property Hermanto Tanoko saat melihat Marketing Gallery Dakota City, di Jl Raya Cerme Lor Gresik.
(Dari kiri); CEO Tanrise Property Belinda Tanoko, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Founder Tanrise Property Hermanto Tanoko saat melihat Marketing Gallery Dakota City, di Jl Raya Cerme Lor Gresik.

GRESIK, kabarbisnis.com: Masih tingginya angka backlog (kekurangan pasokan) rumah masih menjadi permasalahan di dalam negeri. Hal ini disebabkan oleh terus meningkatnya jumlah permintaan, sementara harga rumah juga kian mahal, khususnya di kota-kota besar.

Melihat kenyataan ini, Tanrise Property mengembangkan proyek terbarunya di kawasan Cerme, Gresik yakni "Dakota City". Proyek rumah tapak ini dibangun di atas lahan seluas 100 hektar dekat gerbang tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar) dengan menyasar segmen pengguna langsung dari kalangan milenial.

Launching Dakota City sendiri digelar secara virtual pada 25 Maret 2021, dan dilanjutkan dengan peresmian Marketing Gallery Dakota City yang dilakukan pada 27 Maret 2021.

Peresmian Marketing Gallery dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Founder Tanrise Property Hermanto Tanoko mengatakan, meski dalam setahun terakhir pasar properti akibat pandemi Covid-19, namun Tanrise Property tetap kreatif dan ekspansi dengan mengembangkan proyek hunian baru. "Dengan adanya Dakota City para generasi milineal akan mempunyai hunian yang dinamis, nyaman, terjangkau dan strategis karena dekat dengan jalan tol," kata Hermanto di sela peresmian Marketing Gallery Dakota City, Sabtu (27/3/2021).

Menurut dia, seiring dengan kian mahalnya harga hunian di pusat kota, Dakota City diharapkan bisa menjadi solusi terutama untuk generasi milenial atas ruang hidup yang nyaman, terjangkau, namun masih terhubung dengan mudah ke pusat kota.

Dakota City, sambung dia, menekankan hunian dengan nilai ekologis dan humanis yang memungkinkan para penghuninya bisa saling berinteraksi, bersosialisasi dan berkomunikasi dalam ruang terbuka hijau di lingkungan yang bersih, hijau dan nyaman. Selain itu, juga terdapat area komersial, outdoor playground, pusat kebugaran, dan fasilitas penunjang lainnya.

"Proyek ini juga merupakan bentuk komitmen bagi pengembangan dan peningkatan seluruh masyarakat di Jatim, terutama di Gresik dan Surabaya barat," terang Hermanto.

Direktur Utama Tanrise Property Belinda Tanoko menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir terjadi tren peningkatkan kebutuhan rumah tinggal yang layak dari generasi muda yang berjuang membangun hidup yang lebih baik dan mengejar impian mereka. "Kami ingin memberikan solusi nyata atas kebutuhan itu dengan menghadirkan satu hunian yang aman dan nyaman untuk mendukung visi mereka," ujarnya.

Dakota City Dakota memiliki ciri khas aksen lengkung pada fasadnya yang mengikuti tren masa kini dan disesuaikan dengan selera generasi milenial dan generasi berikutnya. "Di lokasi 100 hektar ini kita dapat menikmati kota satelit pertama yang bersih dan akan menjadi trendsetter bagi hunian masa depan," tandas Belinda.

Dalam kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan, pihaknya sangat membuka pintu lebar bagi pengembangan investasi di daerah. "Saya ingin menghilangkan image susahnya berinvestasi atau perizinan di Kabupaten Gresik. Ini akan kita hapus, dihilangkan pelan-pelan. Dengan Gresik yang baru ini, kita akan usahakan lebih terbuka dalam perizinan," ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menegaskan, untuk program percepatan pembangunan di Jawa Timur, pihaknya berfokus pada bagaimana motor penggerak ekonomi di Jawa timur bahkan Indonesia dan Asean semakin kompetitif ke depannya.

Dikatakannya, merujuk pada Perpres No. 80 Tahun 2019, tentang percepatan pembangunan Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), ada komitmen yang akan diwujudkan Pemprov Jatim yang bermanfaat juga untuk sektor properti selain masyarakat, salah satunya dengan pengendalian banjir.

"Kami melihat ide mengembangkan Dakota City ini inline dengan grand design dari pemerintah. Kami optimis, bahwa ini akan menjadi masterplan atau pengembangan yang akan benar-benar bisa bersinergi dengan apa yang pemerintah upayakan untuk 5 tahun atau bahkan 1 dekade ke depan," ujar Emil.

Direktur Pemasaran Tanrise Property, Joseph Lukito menambahkan, dari keseluruhan lahan yang dikembangkan di Dakota City, pada tahap awal lahan yang akan dimanfaatkan seluas 20 hektar. Pada tahap awal akan dibangun satu klaster dulu sebanyak 335 unit yang terbagi menjadi dua tipe hunian.

Pertama, tipe The Potter House satu lantai dengan harga mulai dari Rp 400 juta-an, dilengkapi fasilitas cicilan mulai dari Rp 2 juta-an per bulan. Kedua, tipe The Windsor House, unit satu setengah lantai dengan mezanin dengan harga mulai dari Rp 600 juta-an dengan cicilan mulai dari Rp 3 juta-an per bulan.

Proyek kota satelit perdana di Gresik ini dibuka dengan menggunakan sistem pengambilan NUP (Nomor Urut Pemesanan) yang bekerja sama dengan agen-agen properti rekanan Dakota City, yaitu Alta, Brighton, DB Real Estate, Galaxy, Propnex, dan Xavier Marks. kbc7

Bagikan artikel ini: