Tertekan pandemi, pendapatan tol Jasa Marga anjlok jadi Rp8,7 triliun

Rabu, 31 Maret 2021 | 11:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 ikut menghempas kinerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk sepanjang tahun 2020. Pendapatan tol Jasa Marga di 2020 lalu tercatat sebesar Rp8,76 triliun, atau turun 13,52 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,13 triliun.

Sementara pendapatan konstruksi tercatat merosot 73,24 persen dari Rp15,36 triliun pada 2019 menjadi Rp4,11 triliun pada 2020.

Ditambah dengan pendapatan usaha lainnya, total pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp13,7 triliun, atau turun hampir setengahnya dari capaian tahun sebelumnya yang Rp26,34 triliun.

Di sisi laba, perusahaan berkode emiten JSMR ini mengalami penurunan tajam sebesar 77,3 persen dari tahun sebelumnya menjadi hanya Rp501,05 miliar.

Dari sana, terjadi penurunan laba per saham dari Rp304,1 per saham menjadi tersisa Rp69,04 per saham.

Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan di situs web perusahaan, tercatat kenaikan utang sebesar 3,68 persen dari Rp76,49 triliun menjadi Rp79,31 triliun.

Adapun total aset Jasa Marga mengalami pertumbuhan 4,42 persen dari Rp99,67 triliun menjadi Rp104,08 triliun.

Meski diguncang pandemi, Corporate Secretary Jasa Marga Agus Setiawan menyatakan, pihaknya mampu mempertahankan margin EBITDA pada tahun lalu yaitu sebesar 62,42 persen.

"EBITDA perseroan pada 2020 ini tercatat sebesar Rp5,98 triliun. Selain itu, seiring dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru di 2020, total aset perseroan tercatat sebesar Rp104,08 triliun, tumbuh sebesar 4,4 persen jika dibandingkan 2019," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3/2021).

Hal tersebut dilakukan lewat efisiensi guna mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). kbc10

Bagikan artikel ini: