Jaring calon pengusaha baru, Hallmar Business School gelar exhibition di mal

Rabu, 31 Maret 2021 | 23:22 WIB ET
Managing Director Hallmar Business School, Michael Adiwijaya
Managing Director Hallmar Business School, Michael Adiwijaya

SURABAYA, kabarbisnis.com: Komitmen untuk menciptakan pengusaha baru terus digalakkan Hallmar Business School. Selain melalui sekolah atau pelatihan reguler, sekolah calon pengusaha di Surabaya ini gencar menjaring masyarakat atau anak-anak muda yang ingin menjadi pengusaha.

Kali ini, Hallmar Business School menggelar Exhibition di lantai Ground Pakuwon Mall Surabaya. Acara yang berlangsung pada 29 Maret-4 April 2021 ini dikemas menarik karena banyak gimmick yakni dengan adanya uang 'dollar' yang berterbangan di sebuah tabung besar diletakkan di tengah booth mereka.

Managing Director Hallmar Business School, Michael Adiwijaya mengatakan, pihaknya setiap tahun rutin menggelar pameran untuk memperkenalkan kepada anak-anak muda yang ingin menjadi pebisnis.

Even tersebut terbuka bagi siapapun yang ingin berkunjung untuk mengetahui tentang program entrepreneurship Hallmar, maupun hanya sekadar ingin bermain dengan tabung 'dollar' dan mendapatkan hadiah.

"Target utama dari exhibition kami yang pertama adalah memperkenalkan dulu ke masyarakat seperti apa sekolah bisnis itu. Mungkin selama ini di sekolah hanya ada teori yang diajar oleh profesor, tetapi di luar negeri sudah lazim diajar oleh pelaku usaha profesional sekaligus praktik," jelasnya dalam konferensi pers di Hallmar Business School, Rabu (31/3/2021).

Namun sayangnya, kata Michael, di Indonesia saat ini masih banyak orang berpikir bahwa menjadi pebisnis itu sulit karena tidak ada modal maupun koneksi. Saat ini pun di Indonesia baru sekitar 5 persen dari total penduduk Indonesia yang menjadi pebisnis baru.

"Padahal kalau negara maju sudah lebih tinggi jumlah pengusahanya. Untuk itu kami hadir dengan tujuan mengajar, melatih, dan mempertemukan antara calon pengusaha dengan pemilik modal dan juga koneksi yang akan mempromosikan produknya ke depan," jelasnya.

Dengan tagline nya "Pasti Jadi Pengusaha", Hallmar Business School menawarkan empat program yaitu Business Start-Up Entrepreneur, Family Business Entrepreneur, Footwear Entrepreneur dan Food Beverage Entrepreneur pada batch 2 mendatang. Spesial beasiswa khusus untuk pendaftaran batch 2 pun diberikan dengan melimpah sebesar Rp 3 miliar.

Dalam kesempatan itu Michael juga mengumumkan program kompetisi pengusaha baru yakni "Hallmar F&B Competititon". Ini merupakan kompetisi bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha di bidang kuliner.

"Kompetisi ini terbuka bagi siapa saja yang usianya di atas 18 tahun. Pesertanya adalah tim yang terdiri dari 3 orang dengan membuat business plan atau usaha kuliner yang ingin dikembangkan," jelasnya.

Dengan biaya pendaftaran hanya Rp 75.000 per tim, hadiah yang disiapkan adalah uangbtunai jutaan rupiah serta beasiswa di Hallmar Business School.

"Kami ingin memberi kesempatan dan membantu semua orang untuk menjadi wirausaha, apalagi di tengah pandemi seperti ini," ujar Michael.

Ditambahkannya, selain menggandeng sejumlah asosiasi, seperti Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) dan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo), Hallmar Business School juga memiliki fasilitas mentor dan pengajar, yang merupakan owner bisnis serta praktisi profesional untuk membimbing peserta dalam membuka usaha impian mereka.

"Kami didukung oleh lebih dari 200 mitra perusahaan di Indonesia, maka tidak mengherankan jika Hallmar Business School berani memberikan jaminan kepada setiap peserta untuk dapat menjadi pengusaha setelah lulus dari entrepreneur program Hallmar," jelas Michael. kbc7

Bagikan artikel ini: