Erick Thohir wajibkan pengembang debitur BTN pakai kompor listrik

Kamis, 1 April 2021 | 10:05 WIB ET
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri BUMN Erick Thohir bakal mewajibkan pengembang perumahan yang mengajukan kredit di PT BTN (Persero) Tbk untuk menggunakan kompor listrik di instalasi perumahan yang dikembangkan.

Upaya itu dimaksudkan guna mendorong program penggunaan kompor listrik sekaligus mengurangi impor LPG. Program disahkan melalui MoU yang ditandatangani oleh PT PLN (Persero), BTN, dan sembilan BUMN konstruksi.

"Semua yang minjam uang ke BTN ya harus pakai kompor listrik juga, termasuk swasta," ungkap Erick pada konferensi pers penandatanganan MoU dengan Kementerian BUMN dan PUPR, Rabu (31/3/2021).

Hal tersebut, lanjut Erick, dilakukan guna menekan importasi LPG yang setahun mencapai Rp60 triliun. Pemerintah sendiri setiap tahunnya menyalurkan subsidi LPG kepada masyarakat sebesar Rp50 triliun.

Dengan 'memaksakan' instalasi kompor listrik di perumahan baru, harapannya pemerintah bisa menghemat kantong sekaligus memanfaatkan cadangan energi PLN yang saat ini berlebih.

Selain itu, Erick mengklaim penggunaan kompor listrik juga mendatangkan untung bagi pelanggan. Dari kalkulasinya, masyarakat bisa menghemat sekitar 20 persen.

"Rata-rata biaya memasak di rumah Rp147 ribu per bulan dengan kompor listrik menjadi Rp118 ribu per bulan. Hemat 20 persen, jadi kan sama-sama untung," tutur dia.

Sementara itu Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman menyebut pihaknya memberikan fasilitas pembiayaan kepada pengembang baik KPR maupun kredit konstruksi.

Rumah yang dibiayai BTN tersebut kemudian mulai menggunakan kompor listrik atau induksi.

"Terhadap developer yang menggunakan kompor induksi di perumahannya, maka PLN akan memberikan insentif keringanan biaya pemasangan yang skemanya saat ini masih disusun/dikembangkan," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: