RI dinilai mampu lahirkan tiga unikorn baru, ini pendorongnya

Jum'at, 2 April 2021 | 11:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harapan pemerintah bisa menciptakan tiga unikorn baru di Indonesia dinilai bakal bisa terealisasi.

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R.Sirait mengatakan, perkembangan program vaksinasi akan memperkuat kepercayaan terhadap indeks konsumen dan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang tercatat di level 53,2 pada Maret 2021 menunjukkan optimisme kelanjutan pemulihan ekonomi nasional.

"Kedua poin tersebut perkembangan vaksin dan PMI sehingga pemulihan ekonomi menguat dan memberikan sinyal positif bagi realisasi tiga unikorn tersebut," katanya seperti dikutip, Kamis (1/4/2021).

Istilah unikorn sendiri mengacu pada perusahaan rintisan (startup) yang memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp14,4 triliun. Tidak hanya itu, Jefri mengatakan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang baru dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Indonesia Investment Authority (INA) juga membuka gerbang hadirnya unikorn baru di Indonesia.

Namun demikian, Jefri menilai bahwa tantangan utama adalah menyiapkan talenta digital yang mumpuni. Sebab, unikorn baru yang akan lahir tentunya akan bersaing secara ketat dalam menghadapi pemain-pemain sebelumnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan hadirnya tiga startup unikorn pada 2024.

Adapun, untuk mencapai target tersebut, Kemkominfo mengambil langkah seperti Pembentukan startup digital aktif melalui program kerja 1000 Startup Digital, SMK coding dengan mengajarkan siswa SMK menjadi programmer, dan mengembangkan hub-hub digital.

Dikutip melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024 pada tahun ini diharapkan jumlah startup digital aktif yang terbentuk berjumlah 35 startup. Adapun, untuk jumlah startup pada 2022, 2023, dan 2024 masing-masing target yang diharapkan berjumlah 70, 110, dan 150.

Sementara itu, jumlah unikorn diharapkan bertambah sebanyak satu perusahaan pada 2022 dan secara kumulatif beranjak menjadi tiga perusahaan pada 2024. kbc10

Bagikan artikel ini: