UMKM di sektor ini diyakini bakal rajai pasar nasional

Senin, 5 April 2021 | 13:23 WIB ET
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah pandemi Covid-19 selain juga ketatnya persaingan di pasar, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sektor artisan diyakini bakal mampu merajai pasar nasional. Sektor ini bahkan dinilai memiliki nilai kompetitif di level pasar global. UMKM artisan ialah pengrajin yang menjual kerajinan tangan seperti baju, mebel, dan lain sebagainya.

Hal itu dikatakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki di acara pembukaan "UKM Jabar Paten", akhir pekan lalu. "Saya percaya UMKM artisan ini adalah lokal champion kita, para pejuang ekonomi yang akan siap merajai level pasar nasional, bahkan kompetitif di level pasar global," ujarnya.

Pandemi Covid-19 membuat prioritas utama pemerintah saat ini adalah untuk pemulihan kesehatan dan ekonomi. Namun, kata Menteri Teten, ini juga merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempersiapkan UMKM masa depan Indonesia.

Menurutnya, UMKM masa depan ialah para pelaku usaha yang terus mengekplorasi khazanah tradisi dan nilai budaya dalam produk-produknya. Selain itu, dia juga menekankan pelaku UMKM harus bisa mengekplorasi teknologi dan menghadirkan produk relevan dengan isu-isu terbaru.

"Saya percaya UMKM kita tetap laik menyandang pesan sebagai pahlawan ekonomi bangsa. Resiliensi, kualitas, dan kekhasan yang ditawarkan terus tumbuh tiap hari, tapi sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak tetap krusial dalam mendampingi dan memastikan UMKM kita hadir sebagai juara dan kebanggaan bangsa," ungkap Menteri Teten.

Pemerintah pun terus mendorong UMKM untuk melakukan transformasi digital. Targetnya, 30 juta UMKM Tanah Air akan terhubung ke ekosistem digital pada 2023. Target ambisius tersebut diharapkan bisa terwujud dengan didorong kehadiran 500.000 UMKM produk artisan di platform digital setiap bulannya.

Meski demikian, Menteri Teten menekankan bahwa UMKM sebaiknya tidak hanya sekadar hadir di platform digital. Ada beberapa hal lain yang harus terus ditingkatkan yaitu dari sisi literasi digital, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan produksi, dan kualitas.

"Semuanya harus terus kita kawal. Oleh karena itu, ratusan rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada April ini tidak hanya fokus di aspek hilir pemasaran, tapi jg mengulas total hingga ke hulu aspek SDM dan aspek bisnis," ungkap Menteri Teten. kbc10

Bagikan artikel ini: