Beban membengkak, 70% hotel dan restoran ajukan reschedule utang

Senin, 5 April 2021 | 13:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku industri hotel dan restoran diprediksi bakal banyak yang melakukan penjadwalan ulang (reschedule) utang di perbankan di kuartal kedua tahun ini.

“Saat ini saja, terdapat lebih dari 70 persen hotel dan restoran yang melakukan reschedule utang secara nasional karena ketidaksanggupan membayar. Biaya operasional seperti gaji karyawan dan listrik disebut menjadi beban utama bagi perusahaan,” ujar Maulana Yusran, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) seperti dikutip, Minggu (4/4/2021).

Kondisi ini terjadi setelah catatan yang masih negatif selama kuartal I 2021. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat okupansi hotel di Indonesia hanya di angka 30,35 persen dengan harga rata-rata per kamar 40 persen lebih rendah dari harga asli. Tingkat penghunian kamar hotel di Tanah Air pada Januari 2021 turun 18,82 persen secara tahunan.

Adapun, destinasi-destinasi utama yang paling terpuruk adalah Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Sementara untuk destinasi di Pulau Jawa yang cenderung lebih baik karena lebih aksesibel, diprediksi berhadapan dengan situasi serupa mengingat salah satu dari momentum utama tahun ini, yakni hari raya Idul Fitri, diberlakukan pelarangan mudik.

Sepanjang tahun lalu, sejumlah destinasi wisata di Pulau jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur masih mencatatkan tingkat okupansi di atas 35 persen. Tertinggi terjadi di Jakarta dengan tingkat okupansi 41,50 persen.

Pelaku industri pariwisata pun sepakat, sambung Maulana, satu-satunya jalan untuk menolong sektor pariwisata pada kuartal ini adalah adanya kebijakan yang tidak membatasi pergerakan massa sembari tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memacu wisatawan domestik. Namun, sejauh ini pemerintah belum bisa memberikan kepastian untuk pelaku industri sektor pariwisata terkait dengan hal tersebut.

Pemerintah saat ini memberlakukan pelarangan mudik bagi seluruh lapisan masyarakat pada hari raya Idul Fitri 2021. Terhitung sejak 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

Sebelumnya Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani meminta bantuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno agar pemerintah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi utang untuk sektor pariwisata. kbc10

Bagikan artikel ini: