Pasokan vaksin terhambat, Menkes prioritaskan lansia dan guru

Selasa, 6 April 2021 | 11:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memastikan bakal memprioritaskan para lansia dan guru dalam vaksinasi Covid-19 selama April 2021. Hal ini menyusul mulai terhambatnya pasokan vaksin di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak embargo vaksin dari negara produsen. Situasi ini berpengaruh pada pasokan vaksin Covid-19.

Dia menyebut seharusnya sepanjang Maret - April, total vaksin yang harus tiba di Indonesia mencapai 30 juta dosis. Namun, embargo menyebabkan dosis vaksin berkurang menjadi hanya 20 juta dosis.

"Dengan adanya vaksin di bulan April ini kita akan suntikan terutama untuk para lansia dulu. Sebagian besar di lansia, kalau ada jatah sisanya kita suntikan ke guru,” kata Menkes melalui akun Youtube Setpres, Senin (5/4/2021).

Dia menjelaskan, data kementerian menunjukkan bahwa dari 1,5 juta orang terpapar Covid-19. Dari total itu, kelompok lansia atau di atas 60 tahun hanya 10 persen. Akan tetapi, sekitar 50 persen dari total pasien Covid-19 yang meninggal berasal dari kalangan lansia.

Selain itu, hanya 10 persen kelompok non-lansia yang terpapar kemudian masuk rumah sakit hingga wafat. Kondisi ini berbanding terbalik dengan risiko wafat bagi lansia mencapai tiga kali lipat.

Selain itu, pemerintah menjadikan para guru sebagai sasaran selanjutnya. Kebijakan ini diambil setelah kegiatan belajar mengajar tatap muka direncanakan berlangsung pada Juli 2021. “Karena memang rencananya semua guru akan divaksinasi sampai Juni, supaya supaya Juli kita mulai bertahap sekolah bisa dibuka,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes, hingga Senin (5/4/2021) jumlah penerima vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 8.838.081 orang, sedangkan penerima vaksin dosis kedua telah mencapai 4.208.326 orang. kbc10

Bagikan artikel ini: