Developer game terbesar dunia ini sukses raup Rp5,3 triliun

Selasa, 6 April 2021 | 18:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: TiMi Studios dikabarkan sukses menghasilkan US$10 miliar (sekitar Rp5,3 triliun) pada tahun 2020. Jumlah tersebut membuat mereka menjadi developer game terbesar di dunia. Hal ini dibocorkan sendiri oleh orang dalam perusahaan.

TiMi Studios merupakan anak perusahaan Tencent Games yang menelurkan judul game tenar seperti Honor of Kings dan Call of Duty Mobile. Mereka memanfaatkan momentum selama pandemi 2020 secara maksimal dan telah memperoleh keuntungan besar.

Menurut laporan eksklusif oleh Reuters, jika informasi yang bocor terbukti benar, maka menjadikan TiMi Studios sebagai developer video game terbesar. Demikian dikutip dari Gamerant, Senin (5/4/2021).

TiMi Studios sendiri menyumbang sekitar 40% dari total keuntungan Tencent. Bila melihat dari semua studio miliknya, Tencent telah menghasilkan 156,1 miliar yuan (sekitar Rp 345,3 triliun), yang mana US$23 miliar berasal dari penjualan game online pada tahun 2020. Untuk semua studios milik Tencent, mereka bertindak secara independen dan bahkan bersaing satu sama lain.

Besarnya penghasilan TiMi Studios, dapat memberikan peluang yang lebih besar bagi mereka untuk melampaui game mobile dengan mengembangkan game AAA di konsol dan PC. Pihaknya pun memang telah berencana untuk membuat game AAA yang terinspirasi dari film berjudul Ready Player One. Hal ini dilakukan agar dapat bersaing dengan perusahaan besar lainnya di Jepang, Korea, Eropa dan Amerika Serikat.

Kesuksesan Tencent ini memang tidak mengherankan bagi orang-orang yang telah mengetahui sepak terjangnya. Bahkan banyak studio besar beralih ke Tencent agar mendapatkan bantuan dalam mengembangkan game PC dan konsol ke arah platform seluler.

Tencent juga berencana membangun lebih banyak studio game di luar negeri, untuk tujuan membuat konten orisinil yang memiliki daya tarik di pasar global. Hal ini tidak hanya berlaku untuk TiMi Studios, tetapi juga Lightspeed dan Quantum Studios, yang mana lokasi utamanya di Los Angeles.

Menurut Reuters, ekspansi ini menargetkan setengah pendapatan Tencent nantinya berasal dari studio mereka di luar negeri, yang pada tahun 2019 lalu hanya berkisar 23%. Tencent kemungkinan akan memanfaatkan momentum ini untuk terus berkembang menjadi lebih besar. kbc10

Bagikan artikel ini: