Minat membludak, BEI naikkan target pipeline jadi 54 perusahaan di 2021

Kamis, 8 April 2021 | 18:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menaikkan target penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) sepanjang tahun 2021 menjadi 54 emiten. Sebelumnya, BEI membidik jumlah yang moderat yakni 30 perusahaan baru.

"Sejauh ini sudah ada 12 IPO baru. Beberapa, lebih dari 20 saya kira, sudah ada di pipeline dalam proses persetujuan untuk pencatatan saham di bursa," ujar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam acara Edukasi Wartawan dengan tema 1 Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah yang digelar secara virtual, Rabu (7/4/2021).

Revisi peningkatan ini mempertimbangkan pandemi Covid-19 yang semula dikhawatirkan menekan minat IPO di tahun 2021, ternyata tidak terjadi. Ini tercermin dari tingginya pencatatan saham baru di kuartal pertama tahun ini.

Dalam menentukan target baru itu, pihak bursa telah menjalani fase forum group discussion (FGD) dengan anggota bursa (AB) yang selama ini menjadi sponsor atau underwriter calon-calon perusahaan yang menunjukkan minat awalnya untuk melakukan proses IPO.

"Dari masukan-masukan yang ada, serta penilaian kita atas kondisi terkini termasuk prospek dan peluang tantangan ke depan, manajemen bursa berkeyakinan revisi target bisa kita lakukan," imbuh Hasan.

Diharapkan, perbaikan kondisi ke depan akan terus terjadi, sehingga target baru itu dapat terealisasi di akhir tahun.

Sekadar informasi, hingga saat ini sudah ada 12 emiten yang melantai di bursa sejak awal tahun 2021. Yang terbaru, PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) melakukan pencatatan saham perdana atau listing Rabu (7/4/2021). Mengutip website bursa, dalam beberapa waktu ke depan akan ada tiga perusahaan lagi yang melantai di bursa, seperti PT Fimperkasa Utama Tbk, PT Triputra Agro Persada Tbk, dan PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. kbc10

Bagikan artikel ini: