SKK Migas dan KKKS susun strategi penambahan produksi minyak

Kamis, 8 April 2021 | 19:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berhasil merampungkan strategi percepatan produksi migas nasional yang akan berdampak pada penambahan produksi minyak rerata tahunan sebesar 3.500 barel minyak per hari (BOPD). Serta memverifikasi salur gas sebesar 205 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Selama dua hari berdiskusi bersama KKKS dalam FGD (Focus Group Discussion) Pencapaian Produksi dan Lifting Tahun 2021, kami telah menyepakati langkah-langkah taktis dan strategis yang dapat dilaksanakan sehingga terdapat peningkatan dari potensi teridentifikasi," jelas Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Julius menegaskan, proyeksi tambahan produksi minyak tidak akan berhenti pada 3.500 BOPD. Menurut perhitungannya bila proyeksi itu ditambah dengan potensi produksi dari program filling the gap sebesar 11.900 BOPD, total tambahan produksi minyak akan mencapai 15.400 BOPD dari posisi forecast last update.

Dia menyampaikan, dengan adanya tambahan produksi minyak tersebut maka total potensi tambahan produksi minyak pada 2021 mencapai 9.103 BOPD secara rerata tahunan. "Masih ada gap yang harus dipenuhi guna mencapai target 705 ribu BOPD, namun kami optimis target tersebut dapat kami capai," tandasnya.

Sementara untuk gas, Julius meyakini target yang tercantum dalam APBN 2021 akan tercapai. Pasalnya, SKK Migas mencatat bahwa angka salur gas yang telah terverifikasi saat ini mencapai 205 MMSCFD. Namun dia menegaskan bahwa hal tersebut tetap perlu dikawal agar penyerapan oleh offtaker dapat terlaksana dengan baik.

Diskusi antara SKK Migas bersama KKKS dan pemangku kepentingan lain di hulu migas terbagi menjadi lima topik. Kelimanya adalah percepatan pemboran dan workover, penambahan program kerja, komersialisasi gas, optimasi program well service serta strategic alliance, dan sharing facilities dan peralatan.

Dari setiap kelompok pembahasan, kata Julius, telah berhasil mengidentifikasi secara detail langkah-langkah yang harus dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS guna mendukung percepatan produksi migas di tahun 2021.

FGD ini dianggap penting, lantaran capaian rata-rata produksi migas Indonesia pada kuartal I 2021 sedikit meleset dari target. SKK Migas mengumumkan bahwa secara kumulatif, produksi dimaksud baru mencapai sekitar 1,86 juta BOEPD atau 99,2% dari target yang ditetapkan. Di sisi lain, forum diskusi ini juga bertujuan mencapai target no production decline pada periode 2021.

"Kami bersyukur hasil yang positif ini dapat diperoleh pada kuartal pertama 2021 sehingga upaya mengejar ketertinggalan dapat segera kami laksanakan pada kuartal berikutnya," imbuh Julius.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman menyampaikan harapannya agar tantangan capaian produksi dan lifting tahun 2021 dapat diatasi. Yakni dengan kolaborasi yang baik antara SKK Migas, KKKS, Kementerian ESDM, serta pemangku kepentingan lainnya termasuk technology provider.

"SKK Migas berkomitmen untuk mendukung dan merealisasikan usulan-usulan strategis hasil dari FGD ini guna merealisasikan percepatan produksi. Yang dibutuhkan selanjutnya adalah keseriusan dari KKKS untuk merealisasikan program-programnya," tegas Fatar.

Dia juga menyatakan, SKK Migas akan terus bertransformasi lebih baik dengan menyederhanakan proses bisnis agar keputusan-keputusan strategis yang dapat mendukung percepatan produksi dapat segera diputuskan. "Untuk memastikan hal-hal yang sudah disepakati tersebut dapat terwujud diperlukan komitmen dan kolaborasi yang baik antara semua pihak yang berkepentingan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: