Pemerintah kaji subsidi bunga KUR diperpanjang hingga akhir tahun

Jum'at, 9 April 2021 | 11:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah menggodok opsi perpanjangan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen untuk UMKM hingga Desember 2021.

Saat ini, subsidi bunga 3 persen UMKM hanya berlaku hingga Juni 2021. Anggaran subsidi bunga KUR yang disediakan sebesar Rp7,6 triliun.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja secara virtual, Kamis (8/4/2021). "Pemerintah terus mendorong bunga KUR sebesar 3 persen, sedang kita dorong 3 persen ini akan segera diperpanjang tidak hanya sampai bulan Juni tapi sampai Desember," katanya.

Pertimbangan ini dikaji bersamaan dengan penambahan besaran plafon KUR tanpa jaminan. Saat ini, pemerintah tengah mempertimbangkan KUR tanpa jaminan menjadi Rp 100 juta, dari sebelumnya Rp 50 juta.

Tak hanya KUR tanpa jaminan, kredit UMKM dengan plafon antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar pun ditingkatkan besarannya menjadi Rp 20 miliar. Kedua bunga KUR yang plafonnya ditingkatkan tengah diusahakan tetap bersaing.

"KUR akan di-review terkait tingkat suku bunga. Arahan Pak Presiden apakah bisa terus suku bunga dipertahankan 6 persen," tuturnya.

Adapun penyesuaian KUR dilakukan lantaran target porsi pembiayaan UMKM lebih dari 30 persen tahun 2024. Saat ini, porsi pembiayaan UMKM berada di level 18 persen-20 persen.

Untuk tahun 2021, pemerintah meningkatkan plafon KUR sebesar Rp 253 triliun. Angka ini meningkat dibanding plafon sebelumnya yakni Rp 220 triliun.

"Sementara KUR yang tahun lalu mencapai target 104 persen. Dari Rp 190 triliun capaiannya Rp 198 triliun, sehingga tahun ini ditingkatkan menjadi Rp 253 triliun, tentu dengan jumlah nasabah mendekati 6 juta," ungkap Airlangga.

Lebih lanjut dia berharap, berbagai bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh alumni Kartu Prakerja. Asal tahu saja, alumni Kartu Prakerja yang berwirausaha berkesempatan mendapat KUR Super Mikro dengan besaran Rp 10 juta.

Dia berharap, wirausaha-wirausaha baru ini bisa terus bertahan 2-4 tahun ke depan kemudian menjadi pelaku usaha yang naik kelas sehingga bisa mengakses plafon kredit yang lebih besar lagi.

"Semakin banyaknya modal kerja (yang disalurkan kepada) para alumni akan jadi pengusaha tangguh, 2-4 tahun ke depan harapannya akan ketemu dan jadi nasabah andalan. KUR adalah pinjaman, bukan bansos. Jadi mesti dibayar," pungkas Airlangga. kbc10

Bagikan artikel ini: