Garuda gratiskan biaya tambahan ubah perjalanan di masa mudik

Jum'at, 9 April 2021 | 21:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membebaskan biaya tambahan bagi calon penumpang yang melakukan penyesuaian kembali jadwal penerbangan. Hal ini berlaku bagi penumpang yang sudah membeli tiket pesawat pada periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

"Garuda Indonesia menyediakan fleksibilitas berupa pembebasan biaya tambahan bagi masyarakat yang melakukan perubahan rencana penerbangan, dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi, Jumat (9/4/2021).

Dia pun mengimbau agar masyarakat yang sudah merencanakan perjalanan selama periode larangan mudik untuk melakukan penyesuaian jadwal penerbangan kembali.

Irfan menjelaskan, maskapai pelat merah ini tengah mempersiapkan langkah antisipatif mengenai kebijakan layanan penerbangan selama periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Hal ini untuk mendukung aturan pemerintah terkait larangan mudik Lebaran 2021.

Salah satu bentuk langkah antisipatif yang disiapkan adalah penyesuaian frekuensi dan jadwal penerbangan sesuai kebutuhan. Lalu, penyesuaian kebijakan operasional pada lini layanan pre-flight, in-flight, dan post-flight sebelum, selama, dan setelah periode larangan mudik.

Kemudian, optimalisasi layanan penerbangan kargo untuk mendukung distribusi logistik dan berbagai kebijakan pada ranah operasional lainnya. Irfan menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar seluruh langkah antisipatif berjalan optimal.

"Kami akan terus memonitor trafik penumpang jelang pemberlakuan kebijakan pengendalian transportasi ini guna memastikan operasional layanan penerbangan dapat tetap berlangsung lancar," ujar Irfan.

Dia mendukung kebijakan pemerintah yang kembali melarang mudik tahun ini. Menurutnya, kebijakan ini dibuat sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penularan lebih luas.

"Kami percaya, upaya pemulihan ekonomi nasional tidak akan berlangsung optimal tanpa adanya langkah tegas pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi yang perlu didukung partisipasi aktif masyarakat guna meminimalisir resiko penyebaran," jelas Irfan.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Mei 2021. Itu dilakukan agar pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran yang diberlakukan pemerintah demi menekan penyebaran corona tahun ini berjalan efektif.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri dalam Rangka Pencegahan Covid-19. kbc10

Bagikan artikel ini: