Pengusaha ini raup cuan di masa pandemi, permintaan ayam karkas hingga ekspor tokek melonjak

Senin, 12 April 2021 | 10:19 WIB ET
CEO PT Karya Prasada Indonesia, Agus Cahyono (kanan) saat penandatanganan kontrak kerja sama.
CEO PT Karya Prasada Indonesia, Agus Cahyono (kanan) saat penandatanganan kontrak kerja sama.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah mengganggu sejumlah sektor usaha di dunia, termasuk di Tanah Air. Pembatasan kegiatan masyarakat membawa dampak menurunnya daya beli masyarakat, khususnya di sektor ritel.

Namun demikian, beberapa sektor usaha ternyata mampu bertahan bahkan eksis di tengah pandemi karena permintaannya tetap bertumbuh. Salah satunya adalah industri ayam karkas.

CEO PT Karya Prasada Indonesia, Agus Cahyono mengatakan, di tiga bulan pertama sejak wabah Covid-19 masuk Indonesia memang sempat mengganggu permintaan produk, karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun sejak Juni 2020, permintaan kembali pulih.

"Permintaan sejak bulan Juni 2020 terus mengalir khususnya untuk komoditas ayam karkas dan ikan. Mereka diantaranya dari kalangan restoran siap saji, rumah makan, hotel, katering, industri olahan, hingga PD Pasar Jaya dan Darma Jaya di Jakarta," katanya di Surabaya, akhir pekan lalu.

Agus menyebut, jika sebelumnya rata-rata omzet penjualan di kisaran Rp 7 miliar per bulan, dalam 9 bulan terakhir ini omzet penjualannya meningkat di kisaran Rp 31 miliar per bulan. Nilai sebesar itu diakuinya berkat kerja sama aktif yang dilakukannya dengan 18 vendor yang sudah bekerja sama.

Terkait pasokan bahan baku, dia bilang, selama ini pihaknya usdah bekerja sama dengan sejumlah peternak ayam dari beberapa daerah di Jatim.

“Untuk ayam, kami mendapatkan dari Kediri, Jombang, Probolinggo, Blitar hingga Mojokerto untuk memenuhi pesanan klien. Itu semua kita kirim ke Surabaya, Jakarta, Jawa Barat hingga ke kota Bandung,” terang Agus.

Menjelang Ramadan dan Lebaran 2021, dia mengungkapkan jika harga komoditas ayam karkas cenderung naik hampir 20 persen. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar. Jika sebelumnya harga ayam karkas rata-rata Rp 30.500 /ekor, namun kini justru melonjak hingga di angka Rp 36.800/ekor.

Tak hanya ayam karkas, pihaknya juga menyebut mendapatkan permintaan tokek kering dari salah satu industri farmasi di China daratan. Volumenya mencapai 2 juta ekor dengan kontrak pengiriman selama 6 bulan. Ada juga permintaan kapulaga sebanyak 10 kontainer setiap 3 bulan dari Taiwan.

"Untuk pasokan tokek ini kami dapatkan dari daerah Malang dan Probolinggo," ungkap Agus.

Dengan membanjirnya permintaan tersebut, Agus menargetkan omzet penjualannya naik menjadi Rp 57 miliar per bulan. "Kami optimistis bisa mencapai target ini. Bagi kami, kuncinya adalah pelayanan yang terbaik, produk bagus, ketepatan waktu pengiriman dan produk sesuai permintaan, dan semuanya memilki sertifikasi," ujarnya.

PT Karya Prasada Indonesia merupakan perusahaan di bidang jasa dan perdagangan, yang didirikan tahun 2019. Perusahaan bergerak di bidang usaha pengadaan barang, supplier ayam karkas dan ikan serta komoditas lain termasuk merambah bidang properti.

Pasar yang dibidik didominasi segmen fast food sebesar 55 persen, industri makanan olahan 30 persen dan sisanya di segmen tradisional seperti ritel, kafe dan restoran. kbc7

Bagikan artikel ini: