Kunjungi PT PAL, Kadin Surabaya siap berkolaborasi

Senin, 12 April 2021 | 18:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Ali Affandi beserta jajaran pengurus Kadin Surabaya melakukan kunjungan ke PT PAL Surabaya, Senin (12/4/2021).  Kunjungan tersebut guna mempererat hubungan dan menjalin kolaborasi dengan galangan kapal plat merah terbesar di Indonesia tersebut. 

Rombongan Kadin Surabaya diterima oleh Direktur Rekayasa Umum dan Harkam, Sutrisno beserta jajaran pimpinan PT PAL, diantaranya Kepala Divisi Penjualan Rekumhar, Aris Wacana Putra, Kepala Divisi Rekayasa Umum, Aris Suharyanto, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Rariya Budi Harta serta Kepala Divisi Harkan dan Kepala Divisi Jaminan Kualitas.

Ali Affandi menegaskan bahwa saat ini adalah era kolaborasi, dimana satu lembaga dituntut untuk menjalin kerjasama dengan lembaga lain agar kinerja menjadi semakin baik. Terlebih dengan keinginan pemerintah untuk menaikkan konten lokal dalam setiap produksi, termasuk dalam pembangunan kapal. Untuk itu, Kadin Surabaya siap berkolaborasi dengan PT PAL dalam banyak hal.

"Harapan kami, kolaborasi antara BUMN dan swasta akan terwujud karena saya yakin kolaborasi ini akan menjadi lebih kokoh. Dan saya melihat, sebenarnya disini banyak yang bisa dikolaborasikan," ujar Andi, panggilan akrab Ali Affandi. 

Andi juga mengungkapkan bahwa Kadin adalah wadah pengusaha dan industri, baik swasta maupun BUMN. Untuk itu, ia juga berharap, ada perwakilan dari PT PAL yang akan masuk dalam jajaran kepengurusan Kadin Surabaya. 

Gayung bersambut, Direktur Rekayasa Umum dan Harkan PT PAL Sutrisno menegaskan bahwa kolaborasi memang harus terjalin. "Ini benar sekali Kadin harus kita gandeng . Karena di era sekarang, bukan lagi kita berkembang dengan kampuan kita sendiri karena tidak semua organisasi itu dapat memenuhi semua resources-nya tetapi ia juga butuh orang lain. Dan solusinya yaitu kolaborasi. Bagaimana kita mengoptimalkan core kompetensi kita dan mengkolaborasikannya dengan core kompetensi lembaga lain ," tegas Sutrisno. 

Ia menegaskan, PT PAL sebagai industri strategis, terus melakukan inovasi dan pengembangan produk. Beberapa produk yang menjadi andalan PT PAL diantaranya adalah Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter. Produk ini adalah hasil pengembangan dari  Kapal Patroli Cepat 57 meter. 

Selain itu juga ada kapal Landing Platform Dock (LPD) yang dikembangkan menjadi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS). Dan yang sangat monumantal adalah keberhasilan PT PAL dalam membangun kapal selam KRI Alugoro 405 pesanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. 

"Ini adalah bagian dari penguasaan market karena kebutuhan renstra TNI sangat banyak sehingga kami harus melakukan pengembangan agar bisa meet dengan kebutuhan. Kemampuan kita untuk membangun kapal selam dengan ultimate tekhnologi ini sangat radikal dan cepat dalam penguasaan," ujar Sutrisno. 

Selain tetap melakukan pengembangan pada core bisnis pembangunan alutsista untuk Matra laut, PAL juga melakukan pengembangan bisnis di sektor energi, minyak dan gas serta serta elektrifikasi atau kelistrikan. 

 

"Kami sekarang masuk pada pembuatan powerplant. Skrg sedang membuat pembangkit listrik terapung. Karena core kompetensi kita di bidang marine, maka ketika kami masuk pada bisnis powerplant, kota tawarkan ke PLN pembangunan floating powerplant," ungkapnya.

Pembangunan floating powerplant ini menjadi solusi atas rendahnya rasio elektrifikasi di daerah Indonesia Timur yang sulit untuk dijangkau untuk pembangunan powerplant biasa. Selain itu, PAL juga tengah mengembangkan nuklir powerplant.

 "Ini potensi yang bisa digarap dan teman-teman dari Kadin bisa ikut berpartisipasi. Karena kalau perspektif Kadin biasanya lebih ngena. Dan saya berharap teman Kadin bisa membantu campaign bagaimana ini bisa kita kerjakan dan berdampak kepada kesejahteraan karyawan, kinerja perusahaan dan masyarakat Indonesia," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: