Ingat! Subsidi ongkir di Harbolnas khusus belanja produk lokal

Selasa, 13 April 2021 | 09:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memberikan subsidi dalam Program Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadan (Harbolnas Ramadan) dengan anggaran sebesar Rp500 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mensubsidi biaya ongkos kirim alias ongkir setiap pembelian produk melalui platform online atau e-commerce.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, subsidi ongkos kirim tersebut kan berlaku jika masyarakat membeli produk-produk dalam negeri. Artinya jika, pembelian produk dari luar negeri, ongkos kirim tetap akan ditanggung pribadi bukan dari pemerintah.

"Diutamakan untuk produk dalam negeri, ongkir ditanggung Pemerintah dalam bentuk subsidi dan ongkir ini disiapkan Pemerintah dengan anggaran sebesar Rp500 miliar," kata Menko Airlangga, dikutip dari laman resminya, Senin (12/4/2021).

Harbolnas Ramadan yang rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari (H-10 s/d H-6 Idul Fitri) ini bekerjasama dengan asosiasi, platform digital, pelaku UMKM, produsen lokal, dan para pelaku logistik lokal untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

"Dengan demikian Pemerintah berharap bahwa dalam situasi Bulan Ramadan terjadi peningkatan konsumsi. Oleh karena itu Pemerintah mendorong bahwa tidak mudik tetapi bisa mengirim barang ke daerah. Pemerintah yang tanggung ongkosnya," ujar Menko Airlangga.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menambahkan, melalui kebijakan ini diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 yang masih negatif, untuk bisa kembali ke level pra-Covid atau sekitar 5 persen (YoY) di 2021 dibutuhkan pertumbuhan minimal 6,7 persen pada kuartal II-2021.

Apabila pertumbuhan di kuartal II-2021 tidak mencapai 6,7 persen, maka target pertumbuhan ekonomi 5 persen di tahun 2021 tidak tercapai.

"Momentum yang digunakan untuk pertumbuhan tersebut adalah Ramadan dan Idulfitri," ujarnya.

"Kita harapkan tahun ini dengan kondisi perekonomian yang semakin baik, teman-teman pengusaha dapat ikut mendukung ekonomi agar THR buruh dapat dibayarkan penuh sebelum Lebaran sehingga dapat mendorong konsumsi kita di Q2 ini," imbuhnya. kbc10

Bagikan artikel ini: