Meningkat, pesanan tiket perjalanan untuk H-1 pelarangan mudik

Rabu, 14 April 2021 | 11:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Kebijakan itu berlaku pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat kecuali untuk kepentingan mendesak. Akibatnya, terjadi peningkatan pembelian tiket moda transportasi khususnya angkutan udara pada H-1 mudik dilarang, yaitu pada 5 Mei.

"Yang kemarin saya dengar ada sedikit peningkatan terutama di tanggal 5 ya. Tapi kita belum tahu traffic-nya sebesar apa juga ya kan. Tapi itu memang sebenarnya klimaks saja ya karena mulai tanggal 6 kan tidak diperbolehkan terbang lagi," kata Budijanto Ardiansjah, Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) seperti dikutip, Selasa (13/4/2021).

Meski ada peningkatan pembelian tiket, dia menjelaskan volumenya tidak begitu signifikan. Sebab, masyarakat masih pikir-pikir akan kewajiban PCR Test di sejumlah bandara yang tentu saja biayanya tidak murah.

Kata dia belum semua bandara menyediakan tes COVID-19 menggunakan GeNose. Pengetesan menggunakan alat tersebut memang relatif lebih terjangkau dibandingkan PCR Test maupun Rapid Test Antigen.

"Memang tanggal 6 ke bawah ini jauh lebih mending lah ya. Tapi tidak terlalu banyak juga, itu yang saya katakan pertama masih banyak airlines ataupun bandara yang menerapkan PCR. PCR kan juga masih tinggi ya harganya," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta masyarakat memahami mengapa pemerintah melarang mudik pada Lebaran 2021. Mudik dilarang karena ada bahaya yang mengintai jika orang-orang tetap memaksakan diri pulang kampung di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). kbc10

Bagikan artikel ini: