Triwulan I/2021, konsumsi Pertalite di Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara tembus 1 juta KL

Rabu, 14 April 2021 | 16:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Upaya PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) V untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkualitas telah membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari realisasi penjualan BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) selama triwulan I/2021 yang didominasi oleh Pertalite. 

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Region Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Deden Mochamad Idhani mengungkapkan, dalam triwulan pertama di Tahun 2021, Pertamina mencatat penyaluran BBM jenis Gasoline  sebesar 1.390.180 Kilo Liter (KL), BBM jenis Gasoil (Solar, Biosolar, Dexlite, dan Pertamina Dex) sebesar 596.380 KL, dan Liquified Petroleum Gas (LPG) sebesar 413.760 Metrik Ton (MT). 

Pada BBM jenis Gasoline, Pertamina mencatat konsumsi tertinggi pada produk Pertalite dengan total konsumsi di Jatimbalinus pada Triwulan Pertama tahun 2021 sebesar 1.004.035 KL, diikuti dengan produk Pertamax dengan total konsumsi pada periode yang sama sebesar 217.755 KL. 

“Hal ini juga menandakan masyarakat mulai memiliki pemahaman dan kesadaran akan  pilihan penggunaan BBM yang lebih berkualitas baik bagi kendaraan maupun untuk lingkungan sekitar," ujar Deden Mochamad Idhani, Surabaya, Rabu (14/4/2021).

Pada BBM jenis Gasoil, Pertamina mencatat produk Dexlite dengan total konsumsi di Jatimbalinus pada Triwulan Pertama tahun 2021 sebesar 12.465 KL, sedangkan untuk produk Pertamina Dex, tercatat total konsumsi pada periode yang sama sebesar 8.890 KL. “Rata-rata konsumsi per hari untuk Dexlite tercatat sebesar 138 KL per hari, sedangkan Pertamina Dex sebesar 98 KL per hari," ungkap Deden.

Sedangkan pada Liquified Petroleum Gas (LPG), Pertamina mencatat konsumsi LPG pada Triwulan Pertama Tahun 2021 sebesar 413.760 MT. Konsumsi tersebut mencakup LPG PSO (LPG 3 Kg) dan LPG NPSO (Bright Gas 5.5 Kg, Bright Gas dan Elpiji 12 Kg, LPG 50 Kg, serta LPG Bulk). Konsumsi tertinggi berada pada bulan Maret 2021 dengan total konsumsi LPG sebesar 145.615 MT. 

“Konsumsi LPG secara umum pada bulan Maret  tercatat naik sebesar 9 persen dibandingkan dengan rata-rata dari bulan Januari dan Februari  Tahun 2021 yang tercatat sebesar 134.070 MT," tambah Deden.

Lebih lanjut Deden juga menambahkan, mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah Jatimbalinus, serta adanya himbauan untuk tidak mudik dari Pemerintah, bisa menyebabkan kebutuhan produk BBM cenderung turun dibandingkan dengan sebelumnya. 

"Untuk konsumsi harian jenis produk Gasoline, diperkirakan naik sebesar 8,1 persen menjadi sebesar 16.700 KL pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri nanti, dan untuk produk Gasoil kami perkirakan akan turun sebanyak 0,9 persen menjadi sebesar 6.560 KL konsumsi per harinya," ujar Deden.

Sementara konsumsi LPG diprediksi akan naik mengingat kegiatan aktivitas di rumah dan momentum Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2021 yang membuat kegiatan memasak di rumah tangga bertambah, Pertamina mengantisipasi perkiraan peningkatan konsumsi harian LPG sebanyak 7 persen atau menjadi sebanyak 5.740 MT di wilayah Jatimbalinus. kbc6

Bagikan artikel ini: