Kebutuhan uang tunai Ramadan hingga Lebaran diprediksi capai Rp152,14 triliun

Kamis, 15 April 2021 | 10:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) memprediksi kebutuhan uang tunai layak edar selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2021 mencapai Rp152,14 triliun.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengatakan, nilai tersebut meningkat 39,33 persen, jika dibandingkan realisasi penarikan perbankan di 2020 yang sebesar Rp 109,2 triliun.

Dikatakannya, jumlah tersebut dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

"BI menyiapakn proyeksi tahun ini uang kartal dan koin Rp152,14 triliun untuk seluruh Indonesia. Uang ini persiapan untuk kebutuhan ramadan dan lebaran," jelas Marlison secara virtual, Rabu (14/4/2021).

"BI yakin dan menjamin kebutuan uang kartal dalam nominal yang cukup dan layak beredar dapat dienuhi khususnya di masa ramadhan dan lebaran," tambahnya.

Marlison melanjutkan, dari Rp 152,4 triliun 90,07 persen terdiri uang pecahan besar seperti uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yakni sebesar Rp 137 triliun.

Sementara sisanya sebanyak Rp 15,2 triliun atau 9,93 persen merupakan uang pecahan kecil, seperti Rp 20.000 ke bawah.

Menurut Marlison, hal ini merupakan karakteristik pengeluaran uang kartal selama lebaran. ia bilang, kenaiakan proyeksi ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor.

"Kenaikan uang kartal 2021 ini dipengaruhi faktor yakni memperhitungkan asumsi makroekonomi dan kebijakan pemerintah khususnya realisasi percepatan bansos tunai menjelang idul Fitri," ucap Marlison.

"Kemudian kebijakan program vaksinasi yang mempengaruhi tingkat mobilitas masyarakat, maka kebutuhan uang kartal makin tinggi," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: