Duh! 55 Persen musisi lego alat musik demi bertahan hidup

Kamis, 15 April 2021 | 11:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 benar-benar menghempas banyak sektor, termasuk para musisi. Bahkan, sekitar 55 persen musisi Indonesia telah menjual alat musik mereka untuk bertahan hidup selama masa pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Febrian Nindyo Purbowiseso atau dikenal sebagai Febri HIVI. Angka itu didapatnya saat melakukan survei bersama Federasi Serikat Musisi Indonesia (Fesmi) kepada 186 orang, dengan wilayah kerja untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Menurut Febri HIVI, pekerjaan musisi yang selama ini banyak mengandalkan panggung offline memang sangat terdampak akibat krisis pandemi. Sehingga mau tak mau mereka harus menjual alat musik yang selama ini jadi sumber pendapatannya.

"Ketika tanya apakah Anda sempat menjual alat musik atau aset lain yang berhubungan dengan profesi musik untuk dapat bertahan, 55 persen menjual alat musiknya untuk bisa tetap bertahan," kata Febri HIVI saat berkunjung ke Kemenko Perekonomian, Rabu (14/4/2021).

Pada survei bersama Fesmi tersebut, Febri HIVI juga mendapati banyak musisi yang kini menjalani usaha sampingan di luar profesi utamanya. Hal itu terpaksa dilakukan karena hampir semua akses pekerjaan kecuali digital menjadi tertutup.

Kendati begitu, dia menyebutkan, usaha sampingan tersebut ternyata belum bisa menutupi seluruh kebutuhan yang tampak meningkat akibat minimnya tawaran pekerjaan bagi musisi selama pandemi.

"Usaha-usahanya bisa kita lihat, memang paling banyak adalah kuliner. Lalu juga ada fashion dan turunannya, lalu keperluan spesifik terkait pandemi, kesehatan, produk lain dan jasa lain," tuturnya.

"Kisaran penghasilan dari usaha yang digeluti. Paling besar 36 persen ternyata usahanya pun sedikit membantu, belum sangat membantu," tandas Febri HIVI. kbc10

Bagikan artikel ini: